NEWSTICKER
Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo saat menghadiri acara Bimtek Pemberian Pembiayaan Dana Bergulir di Hotel Atria Kota Malang, Jawa Timur, Jumat 14 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo saat menghadiri acara Bimtek Pemberian Pembiayaan Dana Bergulir di Hotel Atria Kota Malang, Jawa Timur, Jumat 14 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.

15 Koperasi Syariah Dapat Dana Bergulir LPDB-KUMKM

Ekonomi koperasi LPDB-KUMKM
Daviq Umar Al Faruq • 14 Februari 2020 19:17
Malang: Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyalurkan dana bergulir 2020 di Kota Malang, Jawa Timur. Rencananya ada 15 koperasi syariah di Kota Malang yang bakal disalurkan dana tersebut.
 
Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan penyaluran dana ini untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Koperasi dan UKM. Yakni penyaluran dana bergulir dari LPDB-KUKM hanya melalui koperasi.
 
"Nanti akan kami salurkan, ada 15 koperasi syariah di Malang. Kami ingin proses ini dapat dilakukan secepat mungkin dan lebih transparan," katanya saat Bimtek Pemberian Pembiayaan Dana Bergulir di Hotel Atria Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 14 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahun ini, LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,85 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada koperasi syariah dan koperasi konvensional yang memiliki perbandingan 45-55 persen.
 
Braman mengaku pihaknya lebih fokus menyalurkan dana kepada koperasi syariah. Sebab, kualitas koperasi syariah secara nasional lebih baik dibanding koperasi konvensional meskipun memiliki kuantitas yang lebih kecil.
 
"Dari angka Rp1,8 triliun kemungkinan masih bisa bertambah. Tapi yang kami tekankan dalam penyaluran ini adalah transparansi," bebernya.
 
Oleh karena itu, LPDB-KUMKM mendorong Dinas Koperasi Jawa Timur untuk selalu bersinergi bersama sejumlah koperasi yang ada di Jawa Timur. Sinergi itu diakuinya dapat mempercepat penyaluran dana bergulir.
 
"Percepatan penyaluran ini bergantung dari keaktifan dinas terkait dan koperasi. Kalau mereka aktif pasti akan cepat," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif