Suasana peluncuran reksa dana PAM (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)
Suasana peluncuran reksa dana PAM (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Yusuf Mansur Luncurkan Produk Reksa Dana PAM

Ekonomi paytren
Dian Ihsan Siregar • 04 Desember 2017 11:18
Jakarta: Ustaz Yusuf Mansur terus mengembangkan bisnis yang tengah digelutinya yang bernama PayTren. Kini perusahaan milik Yusuf Mansur itu meresmikan bisnisnya dalam mengelola dana di pasar modal Indonesia lewat ‎PT PayTren Aset Manajemen (PAM).
 
PAM memiliki konsep seperti Manajer Investasi (MI) ‎syariah pertama di Indonesia. Dalam hal ini, PayTren meluncurkan produk reksa dana PAM. Yusuf Mansur berharap aksi ini bisa memberikan keuntungan dan berdampak positif bagi masyarakat di Indonesia.
 
"Kami hadir bukan hanya sudah legal tapi juga syariah. Ini bukan hanya menawarkan keuntungan tapi juga kenyamanan. Bagaimana masyarakat kita ajak berinvestasi dalam jangka panjang," kata Yusuf Mansur, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PAM, kata dia, hadir ke pasar modal tidak hanya menyasar nasabah institusi, tapi juga mengarah ke ritel. Meski kecil, kuantitas nasabah ritel cukup besar. Tentu kesemuanya akan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan diharap membawa dampak positif.
 
"Target kami semua yang ada di Tanah Air ini. Kami otaknya tidak ke perusahaan, seperti dana pensiun (dapen). Kami ingin ritel, bagaimana semua masyarakat bisa menikmati kesempatan investasi di Indonesia. Jadi potensinya semua, baik masyarakat Indonesia di dalam maupun luar negeri," tutur dia.
 
Produk reksa dana PAM, tutur Yusuf Mansur, akan dijalankan dengan dasar agama. Walaupun produknya bisa diserap juga oleh kalangan non-muslim. "‎Tidak ada celah untuk kezaliman. Maka syariah itu harus dikampanyekan. Bukan untuk Muslim saja, tapi untuk semua kalangan di dunia," pungkas pria kelahiran 1976 itu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif