Ilustrasi pedagang telur. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)
Ilustrasi pedagang telur. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)

Cara Pemerintah Turunkan Harga Telur Ayam

Ekonomi telur ayam
Eko Nordiansyah • 04 Januari 2019 18:00
Jakarta: Pemerintah terus mencari cara agar bisa menurunkan harga telur ayam yang mengalami kenaikan.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut kenaikan harga telur disebabkan harga jagung sebagai pakan ternak ayam yang naik.
 
"Yang kita perlukan adalah harga jagungnya turun supaya harga telurnya turun," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Darmin menyebut pemerintah telah memberikan alokasi 100 ribu ton untuk impor jagung. Sebanyak 70 ribu ton sudah masuk sampai akhir tahun lalu, sedangkan sisanya 30 ribu ton impor jagung akan masuk di minggu ketiga Januari ini.
 
"30 ribu ton rencananya akan masuk minggu ketiga Januari ini. Kita juga sudah menambah 30 ribu ton lagi untuk masuk di pertengahan Februari karena panen jagung itu April," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan Perum Bulog selama ini hanya menyalurkan jagung impor bagi peternak kecil saja. Padahal dirinya menyebut, banyak peternak ayam skala menengah yang butuh pasokan jagung karena harganya sedang meningkat.
 
Untuk itu, Darmin meminta kepada Perum Bulog untuk ikut menyalurkan jagung kepada peternak ayam. Apalagi di sentral penghasil utama telur ayam seperti Blitar dan Jawa Tengah juga banyak pengusaha telur rumah tangga dengan skala menengah.
 
"Ya jangan pilih-pilih distribusinya hanya pada yang kecil. Ya saya enggak tahu, mungkin mau mengirit-irit jagungnya supaya enggak cepat habis. Tapi kita sudah ngomong bahwa enggak bisa begitu, sekarang jual ke semuanya," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi