Dua Indikator Indonesia tak Butuh Utang IMF dan Bank Dunia
Kepala Kajian Makro Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen (LPEM) Universitas Indonesia, Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Jakarta: Indonesia disebut tidak membutuhkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) maupun Bank Dunia (WB). Sebab, Indonesia tidak masuk dalam kategori negara miskin.

Kepala Kajian Makro Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen (LPEM) Universitas Indonesia Febrio Kacaribu menuturkan dua faktor yang membuat Indonesia tak membutuhkan sokongan dana dari lembaga internasional ataupun pinjaman bilateral lainnya.

Pertama, utang pemerintah didominasi Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.257,26 triliun atau 80,73 persen dari total utang pemerintah. Karenanya, pemerintah tak memerlukan IMF lantaran bantuan itu diberikan bagi negara miskin dengan bunga yang rendah.

"Tapi kita minjam ke pasar bonds. Ada yang bilang pasar bonds kan bunganya lebih mahal dari pinjaman bilateral tapi kita enggak qualify karena bunga rendah dan itu untuk negara miskin," ujar Febrio saat ditemui di LPEM FEB UI, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Baca juga: Lagarde: Indonesia tak Butuh Pinjaman IMF

Febrio menegaskan Indonesia masuk dalam kategori negara berkembang dengan pendapatan per kapita mencapai Rp51,89 juta setara USD3.876,8 dengan jumlah penduduk sebanyak 261,8 juta jiwa 

Di sisi lain, Indonesia tidak sedang mengalami krisis keuangan seperti Argentina, Pakistan, dan negara Afrika Selatan lainnya. Sehingga, bantuan IMF maupun Bank Dunia tidak diperlukan.

"Kita sama sekali enggak krisis dan enggak ada alasan meminjam ke IMF dan Bank Dunia," imbuh dia.

Indikator berikutnya, kondisi fiskal Indonesia begitu sehat dan prudent. Pengelolaan ekonomi oleh pemerintah juga dilakukan secara solid. Kondisi tersebut tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5 persen sejak 2013 yang didorong oleh sektor konsumsi dan investasi infrastruktur

"Dengan pinjaman ke pasar bonds, ini menstimulasi kondisi fiskal yang lebih disiplin. Kalau fiskal disiplin tak terjadi, maka pasar akan bereaksi cepat," pungkas dia.

Baca juga: Indonesia Ajak Dunia Manfaatkan Keterbukaan Ekonomi

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan meminjam kepada IMF meski tengah dilanda berbagai bencana di sejumlah daerah, dan ketidakstabilan ekonomi global.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menuturkan, Indonesia memang tidak perlu meminjam uang ke IMF karena pemerintah dinilai mampu menjalankan sistem ekonomi dengan baik. 

"Pinjaman dari IMF bukan pilihan, karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya. Ekonomi Indonesia dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi, Gubernur Perry, Menteri Sri Mulyani, Menteri Luhut, dan rekan-rekan mereka," ujar Lagarde di sela-sela agenda Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018, Senin, 8 Oktober 2018.





(HUS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id