Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Sri Mulyani Minta Pengusaha Waspadai Pelemahan Ekonomi Dunia

Ekonomi hipmi ekonomi dunia
Desi Angriani • 27 Februari 2019 18:41
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mewaspadai pelemahan ekonomi dunia. Sebab, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia ke level 3,5 persen akan memengaruhi dunia usaha.
 
Ani, sapaan dia, mengungkapkan Bank Dunia telah melakukan revisi pertumbuhan ekonomi 2019 sebanyak dua kali. Semula ekonomi dunia diproyeksi tumbuh di level 3,9 persen, kemudian dikoreksi menjadi 3,7 persen dan terakhir menjadi 3,5 persen.
 
"Mari kita melihat beberapa hal yang berhubungan dengan kondisi ekonomi global dan nasional yang merupakan lingkungan bagi pengusaha untuk bekerja," kata Ani dalam acara Diklat Hipmi Jaya 2019, di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pelemahan ekonomi global dipengaruhi oleh melemahnya lokomotif pertumbuhan dan momentum pertumbuhan di beberapa bagian dunia. Misalnya ketidakpastian di Uni Eropa akibat kebijakan Brexit.
 
Selanjutnya ekonomi Tiongkok terus mengalami penyesuaian ke level yang lebih rendah di bawah enam persen. Padahal ekonomi di negara tirai bambu tersebut selama ini bisa tumbuh hingga sembilan persen. Faktor tersebut, kata Ani memang tidak bisa dihindari lantaran Tiongkok memang tengah mendorong pertumbuhan konsumsi dalam negerinya.
 
"Kemudian kita lihat di Asia lain, India yang sekarang juga mendekati Pemilu juga tidak terbebas dari sedikit koreksi perekonomian ke bawah, tidak setinggi delapan persen namun tetap lebih tinggi di atas enam persen," bebernya.
 
Karena itu, kata Ani, para pengusaha tak perlu khawatir lantaran pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi dalam negeri dengan mengendalikan inflasi, nilai tukar rupiah, hingga menyesuaikan suku bunga. Hal ini demi menjaga momentum dan iklim investasi agar para pengusaha muda Indonesia menjadi pemegang estafet keberlanjutan dunia usaha di tengah gempuran ketidakpastian global.
 
"Negara Indonesia tidak mungkin ekonominya maju tanpa ada pengusaha-pengusaha yang maju," ujar dia.
 
Sementara itu Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, perhimpunan pengusaha muda Indonesia akan terus menggarap sektor UMKM. Mengingat sektor ini mewakili 93 persen dari total jumlah dunia usaha dengan kontribusi USD100 juta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Yang menjadi benteng ekonomi kita UMKM. Bukan pengusaha yang lain. Kami tetap komitmen pada UMKM," kata Bahlil.
 
Ia pun meyakini pemerintah akan menciptakan iklim investasi dan ekonomi yang kondusif bagi dunia usaha. Hal tersebut tercermin dari berbagai paket kebijakan ekonomi seperti perubahan dalam Daftar Negatif Investasi (DNI).
 
"Pemerintah yang stabil memberikan keamanan, mampu memberi kita kestabilan dalam berusaha," ujar dia.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif