Belum Semua Daerah Nikmati Manfaat Tol Laut

Desi Angriani 30 Oktober 2018 11:46 WIB
tol laut
Belum Semua Daerah Nikmati Manfaat Tol Laut
Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Program tol laut besutan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum berfungsi optimal untuk menghapuskan disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia. Pasalnya, baru 20 persen masyarakat di wilayah Timur yang menikmati penurunan harga bahan pokok.

Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo mengungkapkan konsep tol laut belum menyebabkan penurunan harga di beberapa tempat. Hal ini dikarenakan jalur distribusi masih dikuasai oleh pemain besar.

"Harapannya bisa dinikmati konsumen. Saat ini penurunan harga baru 20 persen, di beberapa tempat tidak menyebabkan penurunan harga di end-user," katanya saat ditemui dalam diskusi Standarisasi Distribusi Logistik Domestik, di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Namun demikian, Sugihardjo tidak merinci lebih lanjut tempat-tempat yang belum merasakan manfaat dari tol laut ini. Guna mengoptimalkan program ini, katanya pemerintah dapat mengintegrasikan konsep tol laut dengan pelaku industri e-commerce.

Kerja sama ini dipercaya dapat memotong mata rantai penguasaan jalur logistik di ujung timur Indonesia. "Harga dikendalikan bagaimana terobosannya kalau kita sulit sekali memotong raja-raja masa lalu. Kita bisa kerja sama dengan e-commerce untuk memotong itu, supaya kita dorong manfaat lebih besar itu ke masyarakat penggunanya," imbuh dia.

Selain itu, program ini juga terkendala muatan kapal yang tidak seimbang saat pergi dan kembali ke tempat asal. Misalnya, kapal yang berlayar dari Surabaya ke Maluku berhasil membawa muatan penuh. Sebaliknya, ketika kembali dari Maluku, tak banyak muatan yang dapat diangkut oleh kapal tersebut.

Adapun program tol laut ini mulai beroperasi pada November 2015 lalu dengan tiga ruas trayek dari enam yang direncanakan. Sementara 15 trayek sudah beroperasi pada April tahun ini.

Dari jumlah tersebut, tujuh trayek dioperasikan oleh operator swasta melalui proses lelang murni, dan delapan trayek lainnya dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penugasan.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id