Founder Jababeka Setyono Djuandi Darmono. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Founder Jababeka Setyono Djuandi Darmono. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Hotel di Kawasan Tanjung Lesung Beroperasi 1 Januari 2019

Ekonomi kawasan industri jababeka Tsunami di Selat Sunda
Husen Miftahudin • 24 Desember 2018 16:12
Jakarta: Anak usaha PT Jababeka Tbk, PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) memastikan bakal mengoperasikan hotel di kawasan Tanjung Lesung pada 1 Januari 2019. Pascatsunami tak menyurutkan Jababeka untuk tetap membuka hotel tersebut.

"Kita harap hotel bisa beroperasi lagi pada 1 Januari karena banyaknya hotel yang sudah di-booking," kata Founder Jababeka Setyono Djuandi Darmono dalam konferensi pers di Menara Batavia, Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Selatan, Senin, 24 Desember 2018.

Pihaknya akan segera membersihkan seluruh kamar yang masih layak digunakan. Kamar-kamar tersebut akan digunakan sebagai tempat menginap para ahli untuk meneliti kejadian tsunami Selat Sunda.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kamar yang bisa dipakai segera dibersihkan agar bisa dimanfaatkan kembali. Banyak pengunjung yang datang, banyak juga ahli (peneliti) berkunjung," bebernya. BWJ memiliki lima hotel di Tanjung Lesung dengan jumlah kamar secara keseluruhan sebanyak 250 unit. Dari jumlah tersebut, aku Darmono, 30 persen di antaranya mengalami kerusakan.

"Yang 70 persennya tinggal dibersihkan, tinggal diperbaiki lagi. Tapi itu juga baru pandangan mata, belum dihitung secara detail," beber dia.

Adapun total kerugian yang dialami BWJ sebanyak Rp150 miliar. Namun demikian, ungkap Darmono, seluruh bangunan gedung milik BWJ sudah diasuransikan.

"Full cover asuransi kita perkirakan. Yang kita bisa klaim itu cukup bisa untuk membangun kembali," pungkas dia.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi