Pelaku Industri Jasa Keuangan Diminta Wujudkan Ekonomi Inklusif
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Pembangunan konektivitas antarpulau di Indonesia perlu dibarengi dengan pemerataan, tak terkecuali industri jasa keuangan. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif pun menjadi tantangan tersendiri bagi kemajuan pembangunan NKRI.

Menurut Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, langkah pemerintahan gencar membangun infrastruktur merupakan perwujudan ekonomi nasional yang inklusif. Konektivitas pun menjadi penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah yang besar guna memutus rantai ketimpangan.

"Presiden Jokowi membangun dari pinggiran dan mulai dari infrastruktur, semuanya dibangun untuk konektivitas. Ini bagian agar pertumbuhan ekonomi yang inklusif karena Indonesia itu tidak kecil," ujar Mardiasmo dalan sebuah forum di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Ekonomi yang inklusif merupakan kondisi dalam memberikan kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Peluang kesempatan ini pun menjadi lebih terbuka dan meluas terutama bagi mereka yang memiliki berbagai keterbatasan secara ekonomi.

"Bagaimana mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Masih ada (saat ini) yang jelita dan yang jelata, yang kaya, kaya sekali dan miskin, miskin banget," ungkapnya.

Indonesia diyakini memiliki seluruh unsur yang diperlukan untuk menunjang perekonomian seperti sumber daya alam hingga kebijakan pemerintah. Pemerataan pembangunan ekonomi ini pun dinilai perlu untuk turut dilakukan sektor industri keuangan.

"Ekonomi inklusif ini memberikan kue pembangunan kepada seluruh rakyat Indonesia, mereka punya akses yang sama, perbankan yang sama, asuransi yang sama, akses terhadap multifinance yang sama," tandasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id