Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Buku Putih Diplomasi Maritim Siap Meluncur

Ekonomi perikanan kemaritiman kelautan dan perikanan
14 November 2018 11:02
Jakarta: Buku Putih diplomasi maritim dalam waktu dekat akan segera diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Pemerintah terus berupaya memajukan maritim Indonesia sehingga menjadi salah satu mesin pendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Odo Manuhutu menyatakan pihaknya sedang mempersiapkan penerbitan Buku Putih diplomasi maritim setelah mengawal implementasi visi Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia lewat Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI).
 
"Kita sedang mempersiapkan sebuah acuan mengenai diplomasi maritim untuk digunakan oleh semua stakeholder terkait," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 14 November 2018, seraya menambahkan acuan itu merupakan implementasi salah satu pilar KKI yang telah dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16/2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Hukum dan Perjanjian Maritim Budi Purwanto mengatakan, Buku Putih Diplomasi Maritim tersebut saat ini sedang proses pengesahan oleh Menko Bidang Kemaritiman. Pihaknya berharap dapat segera dilakukan sosialisasi ke semua kementerian dan lembaga yang terkait dengan sektor kemaritiman.
 
"Dan semua perwakilan di luar negeri agar diplomasi maritim dapat terpadu dan terarah untuk mencapai visi Presiden dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
 
Implementasi diplomasi maritim telah ditunjukkan oleh Indonesia dalam kepemimpinannya di berbagai forum Internasional. Forum-forum tersebut antara lain Our Ocean Conference, serta Lokakarya Reguler PBB mengenai berbagai permasalahan di Samudera Hindia. Hadir
 
Konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia (Global Maritime Fulcrum) telah diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 East Asia Summit (EAS) pada 13 November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif