Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto mengaku pihaknya siap mencapai target tersebut. "Kami ingin mempertahankan pangsa pasar 40 persen. Tahun ini pasar kita masih kompetitif. Cukup berat karena over supply," ucap Agung, di acara Media Gathering Bersama Semen Indonesia, di Yogyakarta, Jumat, 16 Maret 2018.
Agung menambahkan, kapasitas terpasang semen di tahun ini diperkirakan mencapai 106 juta ton dengan kebutuhan sebanyak 70-71 juta ton. Jumlah kapasitas terpasang semen nasional bergerak datar atau tidak terlalu banyak mengalami perubahan.
"Jadi ada over supply 30 juta ton. Ekspor kita lima juta ton dan masih 25 juta ton lagi. Sehingga di pasar (semen) masih sangat sengit persaingannnya," jelas Agung.
Meski demikian, Agung meyakini, perseroan bisa memproduksi semen sebanyak 35 juta ton di tahun ini. Total produksi semen perseroan tumbuh 12,9 persen dari posisi 31 juta di 2017. Kapasitas itu meningkat dari dua pabrik yang ada di Rembang maupun Indarung VI.
"Kita akan instal kapasitas 35 juta ton di tahun ini. Ada bertambah empat juta ton, dari pabrik Rembang dan Indarung VI. Karena, kedua pabrik telah beroperasi," sebut Agung.
Lebih lanjut, ia menambahkan, kedua pabrik itu belum beroperasional hingga 100 persen. Sebab, dua pabrik itu baru selesai dibangun dan dikerjakan oleh perusahaan. "Untuk Indarung 80-90 persen sudah berjalan operasionalnya. Sedangkan Rembang harapannya sudah 70 persen operasionalnya," tutup Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News