Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi (kemeja biru) meninjau TTI di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017(Foto:Roni Kurniawan)
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi (kemeja biru) meninjau TTI di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017(Foto:Roni Kurniawan)

BKP Kementan Ajak Pelaku Usaha Bergabung dengan TTI

Ekonomi berita kementan
Roni Kurniawan • 19 November 2017 22:34
Bandung: Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) membangun sistem distribusi dan permodalan dagang dengan tujuan menjaga pasokan, mendistribusikan, dan menjaga stabilitas harga.
 
Sebanyak 900 Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) menjadi perpanjangan tangan Kementan. PUPM menggiling beras dan mendistribusikan langsung ke konsumen.
 
"Pendistribusiannya melalui kegiatan yang disebut Toko Tani Indonesia atau TTI. Jadi kami memotong rantai pasokan, sehingga harga lebih murah," kata Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agung menyontohkan BKP membeli gabah seharga Rp5 ribu dari petani. Lalu, TTI menjual dengan harga Rp7.700. Harga tersebut cukup murah karena tak banyak pihak yang terlibat dalam rantai pasokan gabah.
 
PUPM, lanjut Agung, tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Idealnya, satu PUPM menaungi tiga TTI.
 
Kondisi yang menjadi perhatian khusus Kementan adalah ketika hari besar agama dan pergantian tahun. Sebab kebutuhan dan permintaan masyarakat akan bahan pangan terbilang tinggi. "Tapi kami menjamin tidak ada kenaikan harga, termasuk saat Ramadan dan Idul Fitri," ujar Agung.
 
Agung menilai peran TTI penting karena dekat dengan masyarakat. Saat ini, BKP menaungi 2.500 TTI. Jumlah tersebut dikatakan Agung masih kurang banyak, tapi setidaknya BKP sudah memulai, sehingga warga lebih mudah mengakses bahan pangan.
 
"Jika beli ke TTI sebanyak 1-2 kg, dibawa sendiri. Tapi kalau lebih dari 5 kg, diantar. Distribusi ini memudahkan dan tak memakan biaya," tutur Agung.
 
Agung mempersilakan warga untuk ikut dalam program TTI. Asalkan pelaku usaha mengikuti aturan pemerintah. Koordinasinya melibatkan Bulog dan Rumah Pangan.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif