Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Menilik Gerak Suku Bunga Kredit Perbankan di 2019

Ekonomi suku bunga repo
Fetry Wuryasti • 03 Januari 2019 15:49
Jakarta: Suku bunga bank diperkirakan masih akan mengalami tren kenaikan di 2019. Namun, kenaikannya diprediksi tidak akan agresif seperti tahun lalu.

Sebab, dengan tensi tekanan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang diprediksi tidak akan tinggi, maka potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Day Reverse Repo Rate tidak akan gencar seperti di 2018.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo melihat masih ada ruang bagi BI untuk mengerek suku bunga acuan 2019 ini. Namun, kenaikan tersebut tidak akan segencar tahun lalu karena The Fed sudah memperlihatkan sinyal untuk memperlambat kenaikan suku bunganya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, ruang kenaikan suku bunga acuan tersebut hanya satu atau dua kali lagi sehingga dampaknya ke suku bunga tidak tidak akan terlalu signifikan. "Efek ke bank tidak akan signifikan karena kita lihat likuiditas selama satu bulan terakhir sudah membaik," katanya di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Selain perlambatan kenaikan suku bunga The Fed, sentimen eksternal lain menurut Tiko juga sudah mulai membaik. Perang dagang antara AS dan Tiongkok sudah mulai mereda karena keduanya sudah mulai menemukan kesepakatan. Itu akan membuat pertumbuhan ekonomi dunia akan lebih baik dari ekspektasi awal.




Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas sebelumnya sempat mengatakan dengan rasio kredit terhadap dana (LDR) industri perbankan sudah cukup tinggi, menaikkan suku bunga akan membuat penempatan uang di bank menjadi menarik.

"Untuk suku bunga kredit, antara komersial, ritel, berbeda-beda. Sepanjang 2018 sekitar 50 bps Bank Mandiri telah menaikkan, sudah cukup mengikuti tapi pelan. Untuk 2019 rasanya hanya akan menaikkan sekitar 25 bps," ujar dia.

President Director and CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja sepakat bahwa ruang kenaikan suku bunga acuan BI masih ada satu atau dua kali tahun ini. Dengan potensi kenaikan yang terbatas tersebut maka dampaknya ke suku bunga bank menurutnya tidak akan signifikan.

"Suku bunga masih ada kenaikan tetapi tidak setinggi yang diperkirakan di 2018," ungkapnya.

Direktur Keuangan Maybank Thilagavathy Nadason memperkirakan suku bunga acuan BI kemungkinan akan naik sekitar 25-50 bps tahun ini. Itu membuat suku bunga bank tidak akan naik signifikan.

Maybank belum banyak merespons kenaikan suku bunga acuan sebanyak enam kali dari 4,5 persen menjadi enam persen pada 2018 terhadap suku bunga kredit bank mereka. Kemarin, Maybank lebih mengedepankan efisiensi daripada kenaikan bunga bank.

Memang akibatnya beban dana (cost of fund) mereka meningkat. Oleh karena itu, bunga kredit Maybak sepertinya masih akan naik lebih tinggi di 2019 sebagai penyesuaian dari kenaikan suku bunga acuan tahun lalu. Tetap mengedepankan efisiensi, Maybank kemungkinan hanya akan menaikkan bunga kredit sekitar 25-50 bps.

"Bunga kredit 2018 ini belum banyak naik, baru di akhir-akhir kami naikkan 25 bps," tukas Thila.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi