Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Wapres JK Buka Indonesia Industrial Summit 2019

Ekonomi kementerian perindustrian Revolusi Industri 4.0
Ilham wibowo • 15 April 2019 10:33
Tangerang: Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membuka acara Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019 di Indonesia Convention Exhibition BSD Tangerang. Rumusan bersama akan dibangun dalam mengakselerasi transformasi digital sektor industri manufaktur.
 
Wapres JK hadir bersama Menteri Koordinasi bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Forum konsolidasi ini dilakukan guna mempercepat penerapan Making Indonesia 4.0 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Tahun ini kita banyak bicara kemajuan teknologi yang telah merubah cara produksi dan hubungan sosial. Perubahan itu tidak mungkin kita tidak menerima, bagaimana menerima manfaat teknologi ini untuk kemajuan kita bersama," kata Kalla dalam sambutannya, Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Senin, 15 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Menteri Airlangga memaparkan Making Indonesia 4.0 merupakan peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar ekonomi dunia pada 2030. Sejak peluncurannya oleh Presiden RI tepat satu tahun lalu berbagai langkah telah dilakukan sebagai game changer pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Dengan penerapan Making Indonesia 4.0, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar USD150 Miliar pada 2025. Selain itu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1-2 persen," kata Airlangga.
 
Era revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi. Momentum ini diyakini memberikan peluang lapangan kerja baru di Indonesia hingga 18 juta orang, dengan 4,5 tenaga kerja baru diserap sektor industri dan 12,5 juta lainnya oleh sektor jasa penunjang industri.
 
"Pengembangan SDM industri merupakan suatu bentuk komitmen Pemerintah dalam mempersiapkan SDM menghadapi era industri 4.0," ujar Airlangga.
 
Pelaksanaan IIS kali ini mengambil tema 'Implementasi Making Indonesia 4.0 Menuju Indonesia Menjadi Negara 10 Besar Ekonomi Dunia'. Tujuannya, memberikan gambaran mengenai perjalanan penerapan peta jalan tersebut selama satu tahun penerapannya.
 
Sebanyak 5.500 peserta yang hadir terdiri dari para pelaku industri, pengelola kawasan industri, asosiasi industri, pelaku IKM dan startup sektor industri. Pertemuan juga diisi dengan forum strategis yang menghadirkan para menteri terkait untuk membahas transformasi kebijakan pemerintah dalam menghadapi era industri 4.0.
 
Kebijakan insentif fiskal misalnya, akan dibahas untuk mendorong perusahaan industri melakukan inovasi teknologi dan investasi pada peningkatan kompetensi SDM. Kemudian strategi peningkatan penetrasi pasar untuk mendorong ekspor industri manufaktur, kebijakan upskilling dan reskilling kompetensi tenaga kerja untuk beradaptasi dengan era industri 4.0.
 
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang mewakili generasi muda juga akan menyampaikan mengenai pemberdayaan generasi millennial dalam mendukung agenda Making Indonesia 4.0. Forum strategis lainnnya pun dilakukan dengan menghadirkan pembicara dari dunia usaha untuk berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam bertransformasi menuju industri 4.0.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif