Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dok ; MI.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dok ; MI.

Wapres Ingin Indonesia Punya Banyak Kawasan Industri Strategis

Ekonomi wapres jk kawasan industri jababeka
Dheri Agriesta • 23 April 2019 20:27
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan Indonesia punya banyak kawasan industri strategis. Kawasan industri strategis mampu meningkatkan nilai investasi sehingga Indonesia bisa jadi negara maju.
 
"Kemajuan itu hanya bisa dicapai apabila ada investasi untuk orang bekerja dan berproduksi, dan tentu juga pengembangan untuk ekspor. Untuk mengembangkan investasi, khususnya industri, tentunya membutuhkan kawasan," ujar JK di PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 23 April 2019.
 
Kawasan industri yang dimaksud ialah kawasan yang memiliki banyak penunjang, termasuk pelabuhan. Menurut JK, banyak negara maju mempunyai banyak kawasan sebagai penunjang perkembangan industrinya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah kenapa semua negara maju selalu mempunyai banyak kawasan-kawasan seperti ini agar dapat bekerja industrinya dengan efisien," tegas JK.
 
Dia bilang bila suatu negara tak punya kawasan strategis akan sulit bagi negara tersebut untuk mendatangkan investasi. Tanpa kawasan yang strategis, maka ongkos logistik bagi industri di negara tersebut menjadi mahal.
 
"Bagaimana memajukannya? Tentu yang pertama menjaga industri yang ada itu untuk berkembang sebaik-baiknya, menjaga infrastrukturnya, menjaga seluruh sistem yang ada. Dan juga karyawan-karyawan harus saling memberikan dukungan dan juga layanan yang terbaik kepada yang memanfaatkan kawasan tersebut," beber JK.
 
Salah satu perusahaan yang memiliki kawasan dengan banyak penunjang adalah PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau KBN. Apalagi, perusahaan pelat merah itu punya kawasan industri yang luas di DKI Jakarta.
 
"Di Jakarta saya kira mencari kawasan dengan luas 600 hektare di DKI Jakarta ini tentu sulit. Karena itulah maka kawasan ini harus dijaga degan baik, dimanfaatkan dengan baik, dan dimajukan," harap JK.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT KBN (Persero) HM Sattar Taba mengakui pihaknya saat ini punya sejumlah pekerjaan besar untuk mengembangkan dan memajukan perseroan. Di antaranya dengan memperkuat bisnis pengelolaan logistik dan pelabuhan.
 
Di bidang kepelabuhanan, KBN tengah membangun pelabuhan multipurpose sepanjang 1.400 meter di lahan C-04 Marunda, Jakarta Utara. Dalam mengelola pelabuhan ini, KBN bersinegi dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok, anak usaha Indonesia Port Corporation atau Pelindo II.
 
"Pengelolaan logistik menjadi bisnis utama KBN, dimulai dari pengelolaan dokumen, handling facility baik di pabrik maupun di gudang, termasuk juga transportasinya," urainya.
 
Selanjutnya, melakukan transformasi bisnis sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Dengan rencana itu, maka pola bisnis perseroan akan berubah menjadi porsi sewa lahan sebesar 30 persen dan kelola mandiri sebesar 70 persen.
 
"Komposisi bisnis PT KBN (Persero) saat ini untuk porsi sewa lahan sebesar 67 persen dan kelola mandiri sebesar 33 persen," pungkas dia.
 
Pada 2018 laba KBN sebesar Rp149,7 miliar dengan aset Rp2,1 triliun. KBN memiliki prospek bisnis cerah yang tergambar dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan Tahun 2019 hingga 2023. Di 2023, aset KBN diproyeksikan mencapai Rp5,7 triliun.

 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif