Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Masih Banyak Masyarakat Lebih Suka Pakai Uang Tunai

Ekonomi transaksi non tunai inklusi keuangan
Nia Deviyana • 14 Desember 2018 16:24
Jakarta: Penerapan transaksi nontunai masih belum tinggi di Indonesia. Masyarakat masih suka melakukan pembayaran dengan uang tunai.
 
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi tunai masih mendominasi di angka 76 persen dibandingkan transaksi nontunai sebesar 24 persen.
 
Menurut Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko, hal ini tak lepas dari rendahnya inklusi keuangan di Indonesia. Layanan perbankan belum merata di semua kalangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum punya rekening bank, jadi lebih banyak gunakan transaksi tunai," kata Onny pada diskusi di Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.
 
Selain itu, faktor lain yang membuat transaksi tunai masih lebih disukai yakni karena biaya yang dikenakan pada merchant cukup tinggi.
 
"Sebagai contoh kalau transaksi dengan kartu kredit itu,merchant kena biaya 2-3 persen, kalau dengan debit satu persen. Belum lagi harga mesin EDC (Electronic Data Capture) yang mahal," kata dia.
 
Melihat fakta itu, teknologi Quick Response (QR) Code dianggap bisa menjadi solusi untuk mengubah kebiasaan masyarakat untuk beralih ke pembayaran nontunai.
 
Selain lebih praktis dari segi manfaatnya untuk konsumen, teknologi QR juga tergolong murah. Merchant tidak perlu menyediakan mesin EDC karena transaksi dilakukan melalui smartphone.
 
Hingga saat ini BI masih menggodok regulasi mengenai standar QR Code, sehingga nanti hanya dibutuhkan satu barcode untuk setiap transaksi.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif