OVO. Dok; Illustrasi.
OVO. Dok; Illustrasi.

OVO Berani Bersaing dengan Digital Payment Ala BUMN

Ekonomi bumn ovo
Nia Deviyana • 22 Januari 2019 19:45
Jakarta: Penyedia pembayaran digital OVO mendukung langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat implementasi digital payment dengan teknologi pemindaian kode respon cepat atau QR Code.
 
Pembentukan sistem pembayaran tersebut merupakan misi beberapa perusahaan pelat merah. Menurut OVO, hal tersebut menjadi pergerakan positif untuk mempercepat tercapainya cashless society.
 
"QR code merupakan salah satu metode pembayaran yang paling efisien dan mudah diterima, dan kami sangat mendukung rencana pemerintah untuk mencanangkan interoperabilitas dengan QR code terstandarisasi," ujar Director of Enterprise Payment OVO Harianto Gunawan kepada Medcom.id, Selasa, 22 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harianto menambahkan layanan yang tersedia di platform OVO akan terus berevolusi sesuai kebutuhan masyarakat agar bisa sejalan dengan misi pemerintah. "Kami akan menjadi lebih dari alat pembayaran digital, dan menghadirkan solusi keuangan untuk mewujudkan inklusi keuangan yang merata dan berkesinambungan," tambahnya.
 
Harianto tidak melihat sistem pembayaran dengan QR code yang dirilis BUMN sebagai kompetitor. Menurutnya, kompetitor sesungguhnya justru kebiasaan masyarakat yang masih senang menggunakan uang tunai sebagai metode pembayaran.
 
"Kami melihat hambatan terbesar justru bukan banyaknya pemain usaha yang sama, tetapi masih banyaknya orang yang percaya pada cash," kata dia.
 
Sebab itu OVO lebih fokus untuk mengubah kepercayaan masyarakat agar beralih menggunakan dompet digital dengan cara bekerja sama dengan pemerintah serta memperbanyak kolaborasi dengan berbagai pihak.
 
Belum Rampung
 
Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengaku belum menerima permohonan izin rencana enam perusahaan BUMN untuk mengadopsi sistem pembayaran berbasis QR Code.
 
Sugeng tak mempermasalahkan rencana enam perusahaan negara itu. Namun dia berharap BUMN QR Code sejalan dengan standardisasi sistem pembayaran QR Code yang akan diluncurkan bank sentral.
 
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo, belum lama ini juga menyebut enam perusahaan pelat merah punya rencana untuk berkolaborasi membentuk BUMN QR Code.
 
Keenam perusahaan itu yakni bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri plus PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Pertamina (Persero). Kata Tiko, panggilan akrabnya, menjelaskan sistem pembayaran itu sudah disepakati dan tengah dimatangkan. Rencananya BUMN QR Code akan diluncurkan pada kuartal I-2019.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif