Central Department Store.  (FOTO: dok Centralgroup.com).
Central Department Store. (FOTO: dok Centralgroup.com).

Alasan Central Departement Store Tutup Gerai

Ekonomi belanja ritel
Annisa ayu artanti • 16 Januari 2019 17:08
Jakarta: Perusahaan retail asal Thailand, Central Departement Store memilih menutup satu gerainya di Neo Soho Mal, Jakarta karena perusahaan ingin mengubah strategi bisnisnya.
 
Humas Central Departement Store Dimas Wisnu Wardana mengatakan berdasarkan pengamatan perusahaan tren belanja konsumen di Indonesia telah berubah. Konsumen lebih memilih belanja dengan cepat dan efisien.
 
Untuk memenuhi target pasar tersebut, perusahaan memutuskan untuk menutup satu gerai Central Departement Store yang berlokasi di Neo Soho Mal. Perusahaan akan fokus ke gerai yang berada di Grand Indonesia saja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengamati tren belanja konsumen dan target pasar kami bergeser kepada sistem yang lebih cepat dan efisien, untuk memenuhi kebutuhan target pasar kami tersebut, kami memusatkan segala sumber daya kami ke flagship store Central Grand Indonesia," jelas Dimas kepada Medcom.id, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Selain memfokuskan bisnis di gerai yang berlokasi di Grand Indonesia, Dimas melanjutkan Central Departement Store juga akan fokus kepada Omni Channel, yang merupakan salah satu platform penjualan untuk mendukung gerai online.
 
"Lebih jauh dalam langkah bisnis kami sedang mengembangkan Omni Channel servis berbelanja Central Department Store, 'Central on Demand' melalui aplikasi messenger seperti WhatsApp dan Line," kata dia.
 
Manajemen Neo Soho Mal telah mengumumkan penutupan gerai Central Department Store pada 18 Februari. Menggantikan anchor tenant tersebut, Neo Soho Mal akan fokus kepada gerai-gerai yang dapat menarik pasar lifestyle.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif