Sebuah truk mengangkut surat suara yang dikemas dalam kontainer di Pelabuhan Peti Kemas Tenau Kupang, NTT. (FOTO: MI/Palce Alamo)
Sebuah truk mengangkut surat suara yang dikemas dalam kontainer di Pelabuhan Peti Kemas Tenau Kupang, NTT. (FOTO: MI/Palce Alamo)

Bea Cukai Pastikan Pengawasan Impor untuk Kebutuhan Pemilu

Ekonomi surat suara pemilu bea cukai pilpres 2019 hoax
Eko Nordiansyah • 04 Januari 2019 12:21
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pengawasan terhadap seluruh barang impor yang masuk ke Indonesia. Termasuk seluruh impor kebutuhan untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
 
"Pengawasan khusus (kebutuhan Pemilu 2019) tidak ada, tetapi nanti pastinya selalu kita perhatikan data dan informasi yang ada," kata Kasubdit Komunikasi dan Publikasi DJBC Deni Surjantoro kepada Medcom.id,di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Dirinya menambahkan DJBC akan menjalankan kewenangan sesuai tugas dan fungsi yang dimilikinya. Menurut dia, pengawasan terhadap barang impor dilakukan sebagaimana biasanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap barang impor dilakukan pengawasan menggunakan prinsip manajemen risiko, meliputi analisis terhadap data dan informasi, kegiatan intelijen, dan pemeriksaan barang," jelas dia.
 
Sebelumnya beredar kabar ada tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kabar itu semakin ramai setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief ikut mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_.
 
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," kicau Andi.
 
Namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan kabar tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos bohong alias hoaks. Pasalnya, hingga kini KPU belum mencetak surat suara untuk Pemilu 2019.
 
"Proses pengadaan surat suara sedang berjalan, nyetaknya saja belum," kata Komisioner KPU Hasyim Asyari di Gedung Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Utama, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 3 Januari 2019.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi