medcom.id, Jakarta: Industri galangan kapal Indonesia di luar Batam seperti mati suri. Pasalnya, industri galangan kapal di luar Batam, tidak mendapatkan insentif fiskal dan nonfiskal seperti yang diterapkan pada industri galangan kapal di Batam.
"Industri galangan kapal ini (di luar Batam) seperti hidup segan mati tak mau," ucap Menteri Perindustrian, Saleh Husin, saat ditemui usai Rapat Koordinasi (Rakor) Industri Galangan Kapal, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, menjelaskan saat ini industri galangan kapal di Indonesia sebanyak 198 buah. Di Batam sendiri, telah memiliki sebanyak 110 industri dengan potensi penyerapan lapangan pekerjaan sebanyak 120 ribu orang.
Industri galangan kapal di Batam yang telah diberikan insentif fiskal dan nonfiskal, lanjutnya, karena industri galangan kapal Batam bertujuan ekspor. "Galanngan kapal yang di Batam karena untuk ekspor, tapi ada juga yang untuk dalaam negeri sendiri," ujarnya.
Maka itu, tambah Indroyono, untuk memajukan industri galangan kapal Indonesia, harus diratakan pemberian insentif kepada industri galangan kapal di Indonesia.
"Kita bersama-sama ingin mengembangkan industri galangan kapal, contohnya pulau Batam yang sudah maju. Maka itu kita berikan juga insentif fiskal daan nonfiskal kepada industri galangan kapal di luar Batam. Biar merata," pungkas Indroyono.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan