Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Foto: Antara/Wahyu Wening.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Foto: Antara/Wahyu Wening.

Kemendes Genjot Produk Unggulan Bengkulu Selatan

Ekonomi kementerian desa
Wandi Yusuf • 20 September 2017 10:58
medcom.id, Bengkulu: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, akan membawa pasar atau dunia usaha untuk menyerap produk unggulan kawasan perdesaan jenis jagung di Bengkulu Selatan, Bengkulu. Harapannya, petani dapat fokus menggarap produk unggulan mereka untuk meningkatkan produksi.
 
“Bupati berkomitmen menanam jagung di lahan seluas 20.000 hektare. Jika sekali panen menghasilkan 5 sampai 7 ton dan per ton dihargai Rp 100 ribu, maka dalam satu kali panen akan menghasilkan Rp300 miliar setahun,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya.
 
Eko mengatakan, masyarakat akan merasakan manfaat yang semakin besar jika membangun embung. Dalam hitungannya, suplai air dari embung mampu membuat lahan jagung panen dua kali setahun. Dengan begitu, hasil pendapatan yang dicapai Rp600 miliar per tahunnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Mendes PDDT Dorong Desa Kembangkan Pariwisata
 
“Pemerintah nanti akan bantu sarana prasarananya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Semakin produksinya bagus, dunia usaha pasti tertarik membangun sarana pascapanen seperti gudang, mesin pengering, dan lainnya," ujarnya.
 
Menteri Eko juga meminta Bupati Bengkulu Selatan mengawal implementasi empat program prioritas percepatan pembangunan desa, yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung, mengembangkan BUMDes, dan membangun sarana olahraga desa (Raga Desa). Ia meyakini program tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan.
 
“Jika empat program prioritas ini dilakukan di desa-desa, maka tidak akan ada lagi desa tertinggal dalam satu hingga dua tahun ke depan. Mari bersama-sama sukseskan program ini,” ujarnya.
 
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan sinergi Kemendes PDTT dan Kementan merupakan sinergi yang hebat. Hal tersebut diyakini akan semakin meningkatkan produktivitas perdesaan.
 
"Kami siapkan sarana produksinya, Mendes siapkan embung. Jagung sekarang sudah tidak ada impor. Malahan Malaysia dan Filipina siap terima impor. Pada saatnya kami tutup impor, kita malah ekspor ke lima negara. Harga jagung kini stabil di kisaran Rp3000," kata Amran.
 
Baca: Kemendes: Pemasaran Menjadi Kendala Utama Pengembangan Produk
 
Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, mengapresiasi kedatangan Mendes PDTT dan Mentan. Kedatangan itu diyakini memotivasi produktivitas di daerahnya. Ia menjelaskan potensi yang terdapat di wilayahnya mencapai 110 hektare lahan sawah, 20 ribu hektare kebun, dan 9 ribu ladang.
 
"Jika potensinya benar-benar diolah dengan baik, maka akan menggerakkan ekonomi Bengkulu. Sarana dan prasarana produksi sangat dibutuhkan,” ujar Dirwan.
 

 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif