NEWSTICKER
Ilustrasi Timah. Foto: Antara/Maha Eka Swasta
Ilustrasi Timah. Foto: Antara/Maha Eka Swasta

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kebijakan Timah

Ekonomi
Medcom • 26 Maret 2020 14:00
Jakarta: Pemerintah diminta mengkaji ulang kebijakan yang menyangkut timah. Sebab, harga timah terus menurun dan berpotensi menimbulkan kerugian.
 
"Empat tahun belakangan, timah adalah komoditi primadona dalam negeri. Sejak 2016-2018, harga timah ada pada harga positif USD 20 ribu per metri/ton. Namun, di awal 2020 harga timah merosot pada USD 15 ribu per metri/ton. Ditaksir kita mengalami kerugian (minus) Rp5,6 triliun pada neraca perdagangan tahun ini," kata pemerhati ekonomi-politik, Abi Rekso, Kamis 26 Maret 2020
 
Dia menyebut situasi ekonomi dunia tidak stabil, banyak negara berkembang mengalami krisis ekonomi. Hal tersebut bisa menimpa Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Abi mengatakan, dalam menghadapi krisis semua potensi sumber pendapatan ekonomi harus dikapitalisasi. Timah adalah salah satu komoditi yang selama ini menjadi sumber pemasukan pemerintah dari neraca perdagangan.
 
Abi merekomendasikan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf fokus pada pemulihan harga timah. Jika tidak ingin harga timah Indonesia terus merosot dalam pasar global.
 
Anilisisnya menguat pada terbaginya bursa perdagangan timah di Indonesia. Pada akhir 2019 Kementerian Perdagangan membatalkan Peraturan Menteri Perdagangan No.32/M-DAG/Per/6/2013 tentang Ekspor Timah. Hal itu berkonsekuensi menjadikan dualisme bursa Timah Indonesia
 
Ketika terjadi bipolar perdagangan timah di Indonesia, maka banyak pembeli yang merasa bingung atas kebijakan tersebut. Di waktu yang sama pembeli timah Indonesia semakin beralih ke pasar perdagangan timah Singapura.
 
"Presiden Jokowi, perlu meninjau kembali kebijkan dua bursa perdagangan timah di Indonesia. Selain itu, Peraturan Menteri Perdagangan No.32/M-DAG/Per/6/ 2013 tentang Ekspor Timah perlu dijalankan kembali. Karena dengan itu, harga timah Indonesia bisa kembali pulih. Karena menguatnya keyakinan pasar pembeli timah" kata Abi Rekso.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif