Panen Padi. Foto : Medcom.
Panen Padi. Foto : Medcom.

Bupati Pandeglang Minta Petani Dorong Produksi Padi

Ekonomi padi
Antara • 23 Februari 2020 11:30
Lebak: Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita meminta petani terus meningkatkan produksi padi hingga 8-10 ton per hektare dengan menggunakan rekayasa teknologi pertanian.
 
"Dengan penerapan rekayasa teknologi itu dipastikan Pandeglang menjadi daerah lumbung pangan di Provinsi Banten," katanya saat panen padi raya di Kecamatan Bojong, Pandeglang, Banten, dikutip dari Antara, Minggu, 23 Februari 2020.
 
Penerapan rekayasa teknologi pertanian pangan itu mulai benih bersertifikat hijau juga penggunaan pupuk yang berimbang antara organik dan nonorganik. Di samping itu juga tersedia sarana dan prasarana jaringan pasokan air untuk mengaliri areal persawahan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah daerah mengapresiasi kelompok tani Saluyu Raksa Tani, Desa Geredug, Kecamatan Bojong, mampu memproduksi panen padi hingga sembilan ton gabah kering panen (GKP)/hektare. Bahkan, kelompok tani tersebut kebanyakan kalangan usia muda dan menggunakan rekayasa teknologi pertanian.
 
Mereka mengelola lahan persawahan menggunakan traktor karena dinilai dapat menekan biaya produksi juga lebih singkat dalam pengelolaanya itu.
 
"Kami menilai produksi pangan sebesar sembilan sampai 10 ton GKP/hektare luar biasa, karena umumnya rata-rata lima sampai enam ton GKP/hektare," ujarnya.
 
Menurut dia, panen raya kelompok tani Saluyu tersebut seluas 60 hektare dengan masa panen selama 110 hari setelah tanam. Petani menanam padi menggunakan benih bersertifikat hijau, seperti Ciherang dan IR 64.
 
Tingginya produksi padi yang dikembangkan kelompok tani Saluyu dipastikan dapat menguntungkan antara Rp25 juta sampai Rp30 juta/hektare dengan harga Rp4.500 GKP/kg.
 
"Kami yakin kehidupan petani dipastikan sejahtera," katanya.
 
Bupati mengatakan selama ini Kabupaten Pandeglang selalu menjadi daerah penyuplai kebutuhan padi, jagung, dan kedelai (pajale) di tingkat nasional maupun Provinsi Banten.
 
"Kami berharap petani semangat sebagai pahlawan pangan dan setelah panen ini terus melaksanakan gerakan tanam lagi agar keuntungannya berlipat ganda," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan panen padi seluas 60 hektare yang dikelola oleh kelompok tani Saluyu Raksa Tani menjadikan percontohan karena produktivitasnya bisa mencapai 10 ton GKP/hektare.
 
"Kami mendorong petani lainnya bisa meningkatkan produktivitas pangan, sehingga dapat menguntungkan usaha pertanian pangan," katanya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif