Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana terpilih Bank Dunia Mari Elka Pangestu. Foto: Biro Setpres
Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana terpilih Bank Dunia Mari Elka Pangestu. Foto: Biro Setpres

Jokowi-Bank Dunia Bahas Efek Ekonomi Wabah Korona

Ekonomi Virus Korona
Nur Azizah • 11 Februari 2020 16:51
Jakarta: Presiden Joko Widodo dan Direktur Pelaksana terpilih Bank Dunia Mari Elka Pangestu berdiskusi tentang dampak ekonomi wabah virus korona atau novel corona virus (2019-nCoV). Apalagi, Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar dan 16,6 persen pangsa pasar ekspor Indonesia.
 
"Virus korona masih belum ada prediksi yang pasti apa yang diperkirakan akan terjadi. Namun, sudah pasti perekonomian Tiongkok itu pasti akan mengalami penurunan pertumbuhan," ucap Mari dalam keterangan tertulisnya usai keduanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Bara, 11 Februari 2020.
 
Negara lain, termasuk Indonesia, bakal terdampak bila perekonomian Tiongkok menurun. Meski demikian, Indonesia masih memiliki keuntungan dari besarnya pasar di dalam negeri yang dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi dampak tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita punya pasar dalam negeri yang besar. Jadi dalam keadaan seperti ini kita harus melakukan langkah-langkah untuk mengamankan daya beli di dalam negeri," tuturnya.
 
Jokowi-Bank Dunia Bahas Efek Ekonomi Wabah Korona
Sebanyak 238 WNI dari Wuhan tiba di Batam. Foto: DOK Kemenlu
 
Presiden telah meminta jajarannya untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara-negara lain yang sebelumnya banyak dilakukan Tiongkok. Industri substitusi impor di Tanah Air bisa meningkat dan berkembang lebih jauh.
 
"Mungkin itu juga akan mendorong insentif untuk peningkatan investasi untuk menggantikan keperluan impor untuk industri (dalam negeri) yang kita perlukan," kata Mari.
 
Mari berharap agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga. Ia berpandangan, kemampuan Indonesia mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen suatu hal yang tak mudah di tengah ketidakpastian kondisi global.
 
"Yang penting kita harus merasa beruntung kita bisa mempertahankan stabil di angka lima. Itu sudah sangat baik dalam keadaan dunia seperti ini," pungkas dia.
 


 

(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif