Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono. MI/M SOLEH.
Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono. MI/M SOLEH.

Berbeda dengan Jepang, Pola Menabung di Indonesia Ingin Bunga Tinggi

Ekonomi menabung
Dian Ihsan Siregar • 18 Februari 2016 17:59
medcom.id, Jakarta: Kegiatan menabung harus ditanamkan oleh orangtua ke anak-anak sejak dini. Pasalnya, keuntungan menabung bisa dirasakan dimasa mendatang, dan terhindar dari kesulitan ekonomi karena sifat boros.
 
Namun ada perbedaan mendasar dari prinsip menabung orang Indonesia dengan negeri Sakura, Jepang sangat berbeda. Perbedaan ini dalam motivasi keuntungan dibaliknya.
 
"Orang Indonesia menabung untuk ‎mencari keuntungan setinggi-tingginya, tapi orang Jepang menabung untuk masa mendatang," ujar Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono‎, ditemui dalam acara seminar Property & Mortgage Summit 2016, di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun orang Indonesia menginginkan bunga tinggi, Sigit mengakui, orang Indonesia ingin bunga pinjaman serendah-rendahnya. Kondisi ini berbeda dengan Jepang, yang masyarakatnya rajin menabung di deposito walaupun bunganya minus hingga nol persen.‎ 
 
"Ini beda dengan Indonesia yang ingin bunga tinggi jika taruh dananya di bank, khususnya di deposito," tutur Sigit.
 
Dengan melihat pola pikir masyarakat seperti itu dalam menabung, tentunya harus bisa diubah. Hal itu disebabkan, tingginya deposito akan mempengaruhi bunga pinjaman perbankan.
 
"Jika bank beri bunga deposito tinggi, tentu bunga pinjaman bank akan mengikuti. Ini yang harus diubah mindset masyarakat terhadap menabung," tutup Sigit yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen BCA tersebut.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif