Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Perusahaan Pembiayaan Disebut Lebih Selektif Salurkan Kredit

Ekonomi multifinance
18 Februari 2016 18:10
medcom.id, Palembang: Perusahaan pembiayaan (multifinance) memilih tetap selektif dalam menyalurkan kredit untuk menyikapi belum membaiknya perekonomian dalam negeri akibat anjloknya harga komoditas. Hal itu dilakukan agar tingkat kredit bermasalah tidak membengkak karena dampaknya buruk bagi kinerja bisnis.
 
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Iwan mengatakan, saat ini daya beli masyarakat menurun sehingga perusahaan pembiayaan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas usaha dan arus modal.
 
"Sebenarnya pelemahan ekonomi sudah terjadi sejak tahun lalu karena banyak sekali kendaraan yang terpaksa ditarik dari nasabah. Untuk menghindari kejadian serupa, pada tahun ini perusahaan akan lebih hati-hati lagi," kata Iwan, seperti dikutip dari Antara, di Palembang, Kamis (18/2/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengemukan, secara nasional pertumbuhan perusahaan pembiayaan pada 2015 hanya dikisaran 7-10 persen dengan rasio kredit macet (NPL) 1,45 persen (batas ambang OJK sebesar lima persen). Dari data ini dapat diketahui bahwa industri pembiayaan itu tetap tumbuh tapi melambat, dengan tetap mampu menjaga arus kas.
 
Menurut Iwan, capaian pada tahun lalu ini patut diapresiasi karena industri pembiayaan masih tetap tumbuh padahal sektor ini mengalami guncangan tertinggi dibandingkan sektor jasa keuangan lain seperti perbankan, asuransi, dana pensiun, pasar modal dan lainnya.
 
"Berkaca dari keberhasilan di 2015 ini, industri pembiayaan tetap optimistis pada 2016 ini apalagi pemerintahan Joko Widodo sudah mengeluarkan sejumlah paket kebijakan untuk menstimulus perekonomian dalam negeri," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif