"Ini positif terhadap kemanfaatan investasi dengan menyerap tenaga kerja di Provinsi Banten," kata Franky di PT Asahimas, Jalan Raya Anyer, Cilegon, Jumat (12/2/2016).
Dirinya menambahkan, sepanjang 2015 total investasi yang masuk ke Provinsi Banten mencapai sekira Rp35 triliun. Dari total tersebut, tercatat sebanyak lebih dari 100 ribu tenaga kerja mampu terserap dengan baik.
"Tahun lalu investasi yang masuk di Banten menyerap lebih 100 ribu tenaga kerja. Perluasan yang dilakukan oleh Asahimas sangat positif untuk peningkatan daya saing Indonesia, terutama untuk mengurangi impor bahan baku," jelas dia.
Sementara itu, ekspansi yang dilakukan oleh PT Asahimas mencapai total USD885 juta. Dengan perluasan pabrik Asahimas akan meningkatkan kapasitas produksi mereka menjadi dua kali lipat yang akan memperkuat industri substitusi impor bahan kimia dasar.
Proyek perluasan Asahimas ini juga memperlihatkan iklim investasi di Indonesia yang kondusif dan berdaya saing. Ekspansi yang dilakukan di antaranya perluasan pabrik ke-9 senilai USD425 juta, serta pembangunan PLTU 300 mw (2x150 mw) dengan nilai investasi USD460 juta.
Selain mendorong industri substitusi impor, perluasan yang dilakukan oleh Asahimas memiliki nilai strategis karena berorientasi ekspor. Nilai ekspor PMA Jepang ini akan meningkat sebesar USD280 juta per tahun, dari semula USD120 juta per tahun menjadi USD400 juta per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News