Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja  -  ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja - ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

BCA Kembali Turunkan Bunga Deposito 0,25%

Dian Ihsan Siregar • 29 April 2015 19:57
medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bakal menurunkan kembali suku bunga depositonya sebesar 0,25 persen di awal Mei 2015. Sebelumnya, Bank BCA sudah menurunkan suku bunga depositonya sampai 0,75 persen.
 
Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, perseroan selama ini telah menurunkan suku bunga deposito sebanyak 0,75 persen. Kali ini perseroan ingin turunkan kembali suku bunga deposito 0,25 persen di awal Mei tahun ini. Penurunan ini tidak akan mempengaruhi perolehan dana pihak ketiga (DPK). Sebab, kondisi likuiditas perseroan masih sangat sehat.
 
"Likuiditas kita masih baik. Sampai tadi kita sadar, suku bunga deposito sudah turun 0,75 persen. Awal Mei nanti turun lagi 0,25 persen. Jadi, sampai awal Mei sudah turun 100 basis poin (bps) yang sudah kita turunkan. Itu cukup menarik," kata Jahja, ketika press conference kuartal I-2015 Bank BCA, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Dia menegaskan, perseroan bakal menurunkan tingkat suku bunganya kembali, jika deposan BCA sangat tertarik dengan bunga deposito yang diberikan. "Kami juga bakal memantau perkembangan DPK saat suku bunga diturunkan. Jika penurunan suku bunga deposito tidak mempengaruhi likuditas perseroan, kami akan kembali menurunkan suku bunga deposit," ungkap dia.
 
Jahja menejelaskan, penurunan suku bunga deposito ini dengan tujuan untuk mendorong marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perseroan di tahun ini.‬ "Suku bunga turun, pasti ada margin. Saya yakin tidak ada penarikan besar-besaran. Kita juga punya dana secondary reserve Rp8 triliun. Dana itu kami siapkan, jika nasabah kami memerlukan," tutup Jahja.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan