Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Survei DBS: Daya Beli Masyarakat Diperkirakan Menurun

Ekonomi dbs indonesia daya beli masyarakat
Nia Deviyana • 27 September 2019 15:08
Jakarta: DBS Group Research memperkirakan daya beli konsumen pada semester II-2019 tidak akan sekuat seperti semester I-2019. Sebab, daya beli masyarakat di semester I didukung oleh pemilihan umum yang jatuh pada April dan Lebaran pada Juni 2019. Kedua peristiwa ini menjadi pendorong perekonomian pada semester I.
 
Di semester II, pertumbuhan konsumi akan sedikit melambat dibanding semester I karena rendahnya subsidi yang diberikan pemerintah. Konsumsi di luar Jawa ada kemungkinan akan terpengaruh oleh turunnya harga komoditas, seperti harga minyak kepala sawit (CPO), dan batu bara.
 
Analis DBS Group Research David Arie Hartono, Andy SIM, dan Cheria Christi Widjaja, dalam riset Indonesia Consumer yang dirilis pada Agustus 2019, menyebutkan bahwa turunnya harga komoditas CPO dan harga produk pertanian lainnya akan berdampak terhadap daya beli masyarakat di semester II. Industri-industri yang berbasis komoditas pertanian menyumbang sepertiga dari total lapangan kerja di Tanah Air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berakhirnya pemilihan presiden, yang berkaitan erat dengan belanja pemerintah, seperti bantuan sosial dan bantuan dana tunai, berakhirnya Lebaran, serta melemahnya harga komoditas, khususnya CPO dan batu bara, menyebabkan belanja konsumsi sedikit melambat," ujar analis David, Andy, dan Cheria dalam keterangan resminya, Jumat, 27 September 2019.
 
Namun, konsumsi di semester kedua ini tidak akan turun secara signifikan karena ada faktor pemberian bonus dan gaji. "Itu seharusnya bisa mendorong belanja retail pada kuartal II dan semester II 2-19," kata analis DBS Group Research.
 
Selain itu ada kemungkinan juga pertumbuhan didorong pasar ketenagakerjaan yang cukup kuat dengan berlanjutnya proyek-proyek pemerintah, tren kenaikan upah pekerja konstruksi, serta turunnya tingkat pengangguran di Indonesia menjadi lima persen pada Februari 2019.
 
Usai Lebaran dan pemilihan presiden, DBS Group Research berharap pertumbuhan konsumsi tetap akan positif, meski tidak adanya hari libur nasional dan peristiwa-peristiwa politik.
 
Para retailer, pada pengamatan DBS, menargetkan kelas menengah ke atas. Pasalnya, kelompok yang memiliki pendapatan stabil ini biasanya banyak membelanjakan uangnya untuk pakaian, meskipun tidak ada acara-acara yang tidak biasa.
 
'Indonesia Great Sale', yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) di 321 mal di Tanah Air selama 14-25 Agustus 2019 menjadi katalis positif bagi pertumbuhan konsumsi di semester II.
 
DBS Group Research berpendapat kegiatan yang memberikan diskon hingga 74 persen itu bisa memberikan katalis kepada seluruh perusahaan ritel di kuartal III, karena bisa memberikan stimulus berbelanja pasca Lebaran. Natal juga bisa meningkatkan belanja di kuartal IV.
 
"Kami berharap penjualan ritel naik saat Natal dan di akhir tahun. Perusahaan-perusahaan ritel bisa meningkatkan penjualan mereka selama masa-masa ini, tapi penjualan online dapat menjadi ancaman karena penjualan mereka juga bisa saja meningkat lewat program 'Hari Belanja Online Nasional' (Harbolnas) yang jatuh di Desember," demikian laporan DBS.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif