Produk Semen Indonesia. Foto : MI/Pradipta.
Produk Semen Indonesia. Foto : MI/Pradipta.

Bos Semen Indonesia Curhat Kelebihan Kapasitas Produksi Semen

Annisa ayu artanti • 12 November 2019 20:28
Jakarta: Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Hendi Prio Santoso mengadu soal kondisi industri semen dalam negeri kepada Wakil Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin.
 
Hendi mengatakan kondisi produksi semen yang saat ini sudah berlebih atau over capacity. ia yang juga mewakili Asosiasi Semen Indonesia (ASI) meminta pemerintah lebih memperhatikan kondisi industri semen terkini dengan mulai membatasi izin pembangunan pabrik baru.
 
"Jadi kan overcapacity ini karena belum ada kebijakan yang membatasi izin pabrik baru," kata Hendi ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

Selain itu, Hendi juga menyebutkan, pemerintah juga harus mencabut peraturan yang memberi peluang impor semen. Sebab menurutnya, selama masih ada peraturan tersebut industri semen Indonesia tidak akan sehat.
 
"Kedua agar dicabut peraturan yang bisa menjadi pintu masuk importasi," ujar dia.
 
"Permendag Nomor 7 Tahun 2018 itu membuka kemungkinan ada importasi. Itu kan jadi tambah ancur toh," ungkap dia.
 
Lebih spesifik, Komisaris Semen Indonesia Mochamad Choliq juga menyampaikan industri semen dalam negeri meminta pembatasan pabrik semen baru, terutama pabrik semen yang dibangun oleh investor asing.  Sebab saat ini produksi semen di Indonesia sudah berlebih yakni mencapai 101 juta ton. Sementara penyerapan semen hanya 64 juta.
 
"Terutama yang dari luar negeri dihambat karena sudah overcapacity kan. Kapasitasnya kan sudah 101 juta ton per tahun padahal kebutuhan di indonesia hanya 63 atau 64 juta ton," ungkap dia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan