Ilustrasi. Dok : AFP.
Ilustrasi. Dok : AFP.

Malaysia Investasi Lebih dari USD1 Miliar di Tanjung Buton

Ekonomi investasi kawasan industri
Antara • 30 Oktober 2019 14:30
Siak: Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Bakar meninjau Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kabupaten Siak, Riau. Dia akan meninjau tempat lokasi perusahaan asal negara itu berinvestasi senilai lebih dari USD1 miliar.
 
"Tujuan ke sini ialah selain melihat sendiri pembangunan di Kabupaten Siak, juga melihat investasi yang sedang dilaksanakan oleh Syarikat Malaysia BGMC," kata Datuk Zainal ketika berada di KITB, dikutip dari Antara, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Dia mengatakan investasi itu adalah proyek besar yang jika dilaksanakan dengan mengikuti rancangan akan membawa banyak faedah, tidak hanya bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Siak, juga kepada penduduk sekeliling di Kecamatan Sungai Apit tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Siak untuk pembangunan infrastruktur, di antaranya jalan, air bersih, dan pembangkit listrik.
 
"Jumlah anggaran investasi kalau boleh saya umumkan lebih dari USD1 miliar. Itu jumlah yang amat besar, salah satunya yang terbesar di Indonesia dari perusahaan Malaysia," ungkapnya.
 
Bupati Siak Alfedri yang mendampingi duta besar menyampaikan bahwa BGMC Sdn Bhd bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di antaranya PT KITB dan PT Samudera Siak. Keduanya bersama BGMC membuat anak perusahaan PT Industrial Park dan PT Tanjung Buton Port.
 
Bupati mengatakan KITB sudah menjadi proyek strategis nasional sehingga mendapat perhatian kementerian dan lembaga terkait. Perhatian itu, kata dia, berupa pembangunan jalan, kemudian akan akan dilanjutkan dengan air bersih tahun depan dan pembangkit listrik yang tengah ditawarkan pembangunannya ke PLN maupun swasta.
 
"Harapannya bisa terwujud industri sebagai kawasan ekonomi baru yang ada di Siak dan Riau yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
 
Vice Chairman BGMC Datuk Haji Mohd Arifin bin Mohd Arif menyampaikan pihaknya membangun masing-masing 300 hektare pelabuhan dan kawasan industri. Sektor yang diharapkan akan memakai jasa ini adalah minyak mentah, minyak kelapa sawit, pupuk, dan lainnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif