Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Luncurkan Blue Book 2019, Uni Eropa-RI Tak Bahas Sawit

Ekonomi bappenas indonesia-uni eropa
Marcheilla Ariesta • 28 Mei 2019 23:07
Jakarta: Indonesia dan Uni Eropa meluncurkan Blue Book 2019. Ada tiga bidang yang menjadi fokus utama, namun tak ada yang membahas mengenai sawit.
 
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, pembahasan mengenai sawit tidak masuk ke ranah kerjanya.
 
"Kita enggak membahas itu (sawit) ya. Kita di sini hanya membahas mengenai tadi, isu lingkungan, pendidikan, dan kesehatan," ujar Bambang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bambang, isu sawit adalah urusan bilateral Indonesia-Uni Eropa. Meski demikian, Bambang menambahkan, jika ada pembahasan mengenai sawit, topiknya tetap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
 
"Jadi ya terkait SDGs saja," imbuhnya.
 
Sementara itu, Kuasa Usaha Uni Eropa untuk Indonesia Charles-Michel Geurts, mengatakan isu kelapa sawit adalah isu nyata. Baginya, isu ini seperti senjata besar yang berkaitan dengan Indonesia dan Uni Eropa.
 
"Yang dapat saya sampaikan mengenai kelapa sawit adalah, Indonesia ingin menjadi produsen kelapa sawit berkelanjutan dan telah mengatur isu itu," tuturnya.
 
"Sementara Uni Eropa ingin menjadi konsumen sawit berkelanjutan. Jadi menurut saya, jalan kita dilahirkan untuk bertemu," terangnya.
 
Dia yakin bahwa Indonesia dan Uni Eropa sudah memiliki solusi mengenai permasalahan kelapa sawit ini. "Dan Indonesia tidak memiliki pendukung besar lain akan keberlanjutan minyak kelapa sawit selain Uni Eropa," pungkasnya.
 
Indonesia dan Uni Eropa meluncurkan Blue Book 2019 sebagai laporan kerja sama pembangunan kedua negara. Untuk tahun ini, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) menjadi fokus utamanya.
 
Ada tiga bidang yang menjadi perhatian utama, yakni lingkungan pendidikan dan kesehatan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif