Ilustrasi pabrik semen (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ilustrasi pabrik semen (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 24% di 2018

Ekonomi semen baturaja
Husen Miftahudin • 17 Mei 2019 07:45
Jakarta: PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan total volume penjualan tumbuh 24 persen selama 2018. Capaian ini tergolong menggembirkan di tengah kondisi oversupply dan demand dalam negeri yang masih rendah.
 
"SMBR mampu menunjukkan kineria penjualan yang positif dengan berhasil melampaui pertumbuhan demand di seluruh wilayah pemasaran perseroan," kata Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Secara nasional, permintaan semen tumbuh datar sebesar 5,2 persen. Sementara pertumbuhan permintaan semen untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan pada 2018 mencapai 9,4 persen. "Pertumbuhan didominasi semen curah dengan peningkatan sebesar 10,7 persen. Hal itu didukung oleh pembangunan infrastruktur, terutama proyek jalan tol," jelas dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jobi bilang, SMBR berhasil meningkatkan market share rata-rata sebesar empat persen di seluruh wilayah pemasaran perseroan. SMBR juga tetap mendominasi di Sumatra Selatan dan Lampung.
 
Melalui strategi perseroan yang efektif, SMBR berhasil meningkatkan penjualan di Jambi sebesar 47 persen. Sedangkan di Bangka Belitung market share SMBR sudah mencapai lima persen meski perseroan baru melakukan ekspansi ke wilayah ini pada November 2017.
 
Dengan peningkatan volume penjualan tersebut, sambung Jobi, kinerja pendapatan perseroan meningkat sebesar 29 persen di angka Rp1,99 triliun dari pendapatan Rp1,55 triliun pada 2017. Begitu pula dengan laba kotor yang naik 49,4 persen di angka Rp706,6 miliar dari hasil Rp472,8 miliar.
 
Sementara, laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan 2018 tergerus karena adanya biaya bunga Kredit Investasi Pabrik Baturaja II dan bunga pinjaman Medium Term Notes (MTN).
 
SMBR berhasil meningkatkan efisiensi produksi dengan peningkatan EBITDA margin sebesar 18 persen meskipun harga bahan baku dan penolong seperti batu bara dan lainnya mengalami kenaikan.
 
"Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 ini, SMBR menetapkan laba bersih sebesar Rp76,072 miliar dengan dividen payout ratio sebesar 25 persen dengan total nilai dividen sebesar Rp18,971 miliar. Sisa sebesar Rp57,1 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya," pungkas Jobi.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif