Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Trade Expo Indonesia 2019 Aman Aksi Terorisme

Ekonomi kementerian perdagangan trade expo indonesia
Ilham wibowo • 11 Oktober 2019 16:34
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 bakal berlaku pengamanan super ketat untuk kenyamanan tamu internasional. Penambahan jumlah personel keamanan juga dilakukan buntut aksi terorisme yang menyerang Menko Polhukam Wiranto.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward mengatakan persiapan pameran dagang terbesar di Asia Tenggara pada 16-20 Oktober 2019 ini terus difokuskan pada sisi keamanan. Pasalnya, peristiwa penyerangan terhadap Wiranto juga jadi sorotan masyarakat di berbagai negara terhadap keamanan Indonesia.
 
"Kami terus mencermati keadaan yang ada, keamanan ini menjadi konsentrasi kami," kata Doddy ditemui di kompleks perkantoran Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doddy menuturkan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polri agar bisa menjamin keamanan para tamu undangan. Keamanan berlapis rencananya juga bakal diterapkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.
 
"Kami rapat juga bersama temen-temen Kemenlu dan kementrian lain untuk memastikan tamu-tamu kita itu para buyer datang bisa aman," ungkapnya.
 
Pameran dagang yang melibatkan 1.500 pelaku usaha unggulan RI juga bakal kedatangan lebih dari 30 ribu calon pembeli dari 100 negara. Doddy bakal terus memastikan seluruh kegiatan yang juga dihadiri tamu VIP mancanegara tersebut bisa berjalan tanpa kendala.
 
"Terlepas jabatannya siapa itu tamu yang perlu kami pastikan kehadiran mereka ke TEI mulai dari Bandara sampai ke hotel dan ke tempat pelaksanaan TEI sektor keamanan akan ditingkatkan," ucapnya.
 
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, TEI berhasil mendatangkan para buyer dari negara-negara nontradisional, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Sementara total transaksi tercatat didominasi berasal dari Arab Saudi, India, dan Mesir.
 
Di 2018, TEI juga berhasil membukukan transaksi sebanyak USD8,49 miliar atau naik lebih dari lima kali lipat dari target transaksi TEI 2018 sebesar USD1,5 miliar. TEI 2018 mencatatkan jumlah pengunjung pameran sebanyak 33.333 orang dari 132 negara.
 
Adapun TEI 2019 akan menampilkan produk dan jasa Indonesia pada zona produk potensial dan unggulan nasional, antara lain produk kuliner, produk lokal unggulan, produk premium dan kreatif, jasa dan produk manufaktur, produk makanan dan minuman, serta furnitur dan produk dekorasi rumah.
 
Selain pameran dagang, TEI 2019 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung antara lain Trade, Tourism, and Investment (TTI) Forum; penjajakan kesepakatan dagang (business matching); klinik bisnis; diskusi regional; misi dagang mancanegara dan lokal; kompetisi usaha perintis berorientasi ekspor; dan gelar wicara (talkshow).
 
Selain itu, akan digelar juga acara penganugerahan Primaniyarta Award dan Primaduta Award. Primaniyarta Award merupakan penghargaan kepada eksportir yang dinilai penting berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lain.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif