Kepala Biro Humas Kemenaker Soes Hindharno (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Kepala Biro Humas Kemenaker Soes Hindharno (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Desmigratif Diharapkan Ada di Setiap Desa Kantong Pekerja Migran

Ekonomi berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 15 Agustus 2019 18:22
Jakarta: Kementerian Ketenagkerjaan (Kemenaker) berharap program Desa Migran Produktif (Desmigratif) ditiru oleh setiap kepala daerah di seluruh Indonesia. Terutama daerah yang mayoritas warganya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI).
 
"Harapan kami, daerah terlibat. Jangan tunggu kementerian punya anggaran. Daerah kan punya APBD, diharapkan bisa ikut replikasi program Desmigratif," ujar Kepala Biro Humas Kemenaker Soes Hindharno, saat ditemui Medcom.id, di sela acara Pesta Rakyat Tripartit, di kantor pusat Kemenaker, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Kemenaker telah membangun Desmigratif di empat kabupaten di Jawa Barat. Dengan adanya desa percontohan tersebut, seharusnya bupati dan gubernur bisa meniru.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PMI itu kan milik bupati. Warganya dari sana semua. Mereka punya devisa Rp120 triliun masuk ke Indonesia, masak diam saja," ujar Soes.
 
Soes sangat berharap Desmigratif akan lestari. Tak meredup seiring pergantian menteri pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo.
 
Sebab, program ini berdampak positif terhadap PMI. Melalui Desmigratif, para kepala desa memiliki database terkait status warganya yang menjadi PMI. Mereka dibantu oleh Petugas Desmigratif memberikan arahan kepada calon PMI terkait informasi negara yang dituju dan status pekerjaan calon PMI, sehingga terhindar dari praktik calo.
 
Selain meningkatkan kesadaran PMI, Desmigratif juga mendorong perkembangan usaha mikro di daerah. Hal ini sejalan dengan pilar kedua Desmigratif, yaitu membantu PMI dan keluarganya agar memiliki keterampilan dan kemauan untuk membangun usaha produktif.
 
"Replikasi diperlukan untuk memperbanyak program Desmigratif ini di daerah. Kalau berhenti kan mubazir," kata Soes.
 
Program Desmigratif merupakan produk unggulan Kemenaker. Sasarannya ialah pelayanan bagi PMI yang akan berangkat ke luar negeri, PMI Purna, dan keluarga PMI.
 
Desmigratif memiliki empat pilar utama, yakni pusat layanan imigrasi, kegiatan usaha produktif untuk memberikan edukasi awal tata kerja bekerja di luar negeri, community parenting untuk anak-anak pekerja migran, dan pembentukan koperasi Desmigratif.
 
Program ini bertujuan meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran sejak dari desa. Desmigratif sengaja dihadirkan di desa yang mayoritas warganya bekerja sebagai PMI, atau desa kantong PMI.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif