Ilustrasi kawasan pariwisata Mandalika. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi kawasan pariwisata Mandalika. (FOTO: dok MI)

Pemerintah Bakal Kembangkan KEK Pariwisata dan Industri

Ekonomi kawasan ekonomi khusus
Eko Nordiansyah • 15 Agustus 2019 14:19
Jakarta: Pemerintah akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk sektor pariwisata dan industri. Rencananya, KEK pariwisata akan dikembangkan di Tanjung Pilusan Likupang, Sulawesi Utara dan KEK industri akan dibangun di Kendal, Jawa Tengah.
 
Saat ini pemerintah tengah memeriksa kesiapan infrastruktur yang ada di lokasi untuk KEK tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan membenahi infrastuktur yang sudah ada.
 
"Di Likupang itu sudah ada pelabuhan yang menghubungkan dengan beberapa lokasi wisata, dan kita akan melakukan suatu renovasi dan investasi, kurang lebih Rp100 miliar di situ," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperbaiki bandara serta jalan yang ada di Likupang demi menopang KEK di sana. Bahkan pemerintah berencana meningkatkan kapasitas bandara dengan menambah panjang landasan pacu (runway) yang ada.
 
"Infrastruktur sudah ada. (Kementerian) PU sudah akan jalan. Jadi yang kaitannya dengan (Kementerian) Perhubungan, satu, kita membangun bandara yang panjangnya 2.800 meter, yang kedua pelabuhan di Likupang," jelas dia.
 
Sementara itu, KEK Kendal akan digunakan khusus untuk industri. Beberapa industri yang akan dibangun di antaranya adalah industri makanan-minuman berorientasi ekspor, industri subtitusi impor, hingga industri yang jadi fokus pemerintah.
 
"KEK akan prioritas ke industri 4.0, jadi sektor industri elektronik, furnitur, kimia. Kita sih sudah siap. Jadi diorientasikan yang industrinya ekspor 60 persen," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
 
Selain kedua KEK tadi, pemeritah juga mengevaluasi efektivitas KEK Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Pemerintah berencana menggeser lokasi KEK di Tanjung Api-Api ke Tanjung Carat karena masalah pembebasan lahan.
 
"Karena, masalah pembebasan lahan. Itu sedang dalam proses observe. Lahan yang semula itu pembebasan lahannya sulit. Jadi, digeser ke wilayah berikutnya yang sudah bebas," jelas Airlangga.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif