BP Jamsostek menjalin kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) dan Mandiri International Remitance (MIR) Sdn Bhd (Foto:Dok)
BP Jamsostek menjalin kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) dan Mandiri International Remitance (MIR) Sdn Bhd (Foto:Dok)

BP Jamsostek Jalin Kerja Sama dengan MIR

Ekonomi Berita BPJS Ketenagakerjaan
Anggi Tondi Martaon • 25 November 2019 18:44
Jakarta: BP Jamsostek meningkatkan pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan menjalin kerja sama bersama PT Bank Mandiri (Persero) dan Mandiri International Remitance (MIR) Sdn Bhd.
 
Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan langsung oleh Direktur pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif, Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sunarko, President Director MIR Sdn Bhd, Lugiyem, dan 200 perwakilan PMI di Malaysia.
 
"Memberikan kemudahan akses untuk melakukan pembayaran iuran melalui Bank Mandiri dan MIR agar peserta kami dapat langsung terlindungi setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran guna menghindari risiko-risiko pekerjaan yang dapat terjadi kapan saja, terutama kecelakaan kerja dan kematian," kata Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


MIR adalah salah satu anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero). MIR bergerak di bidang penyedia jasa transaksi pengiriman atau penerimaan uang dalam valuta asing dari atau ke bank di luar negeri maupun di dalam negeri. Saat ini, MIR memiliki 14 cabang yang tersebar di seluruh semenanjung Malaysia.
 
Dalam kesempatan tersebut, Krishna sekaligus mengedukasi perwakilan PMI tentang program dan manfaat perlindungan BP Jamsostek. Salah satunya, jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian.
 
"Selain program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk kecelakaan kerja dan Jaminan Kematian (JKm) untuk risiko kematian di luar hubungan kerja, PMI juga bisa memilih untuk ikut dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dapat digunakan sebagai tabungan bagi para PMI jika telah selesai menjalani masa kerja di negara penempatan," ucapnya.
 
BP Jamsostek menjamin kasus kecelakaan yang menyebabkan risiko tertentu selama 24 jam. Termasuk kekerasan fisik dan pelecehan seksual.
 
Jika terjadi kecacatan, maka peserta dapat mengikuti pelatihan vokasional, sehingga PMI dapat kembali bekerja meski mengalami cacat total. Tak hanya itu, PMI juga mendapatkan santunan dengan nilai maksimal Rp100 Juta.
 
Manfaat lain yang dapat dirasakan oleh PMI adalah kompensasi karena gagal berangkat ke negara penempatan senilai Rp7,5 juta, bantuan PHK karena kecelakaan kerja mulai dari Rp2-5 Juta, beasiswa untuk dua orang anak hingga lulus sarjana atau mendapatkan pelatihan kerja, hingga bantuan penggantian tiket pesawat kepulangan PMI karena terkena kecelakaan kerja senilai maksimal Rp10 juta.
 
Tercatat hingga September 2019, sebanyak 533.947 PMI telah terdaftar sebagai peserta BP JAMSOSTEK. Sebanyak 201.211 PMI ditempatkan di Malaysia.
Sementara, jumlah kasus yang ditangani dalam tiga tahun terakhir tercatat 113 kasus dengan jumlah pemberian manfaat sebesar Rp6,6 miliar.
 
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bukan hanya pada proses pendaftaran dan pembayaran, namun juga untuk proses klaim. Semoga dengan adanya berbagai kerja sama ini dapat memberikan kemudahan bagi PMI untuk segala jenis layanan yang kami punya," ujar Khrisna.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif