"Dalam aspek hankam (pertahanan-keamanan), nelayan belum disentuh," kata Sekjen HNSI Anton Leonard dikutip dari Antara, Senin (2/5/2016).
Menurut Anton Leonard, nelayan sebenarnya bisa dipakai sebagai pertahanan dan keamanan di tengah laut Indonesia. Hal tersebut, lanjutnya, seperti penerapan hansip (pertahanan sipil) di daratan di berbagai daerah.
"Kalau ini dimanfaatkan misalnya untuk menjadi mata-mata, ini berpotensi dan sangat bisa," terangnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyoroti isu keamanan laut di area perbatasan dan wilayah sekitarnya pasca-pembebasan 10 anak buah kapal Warga Negara Indonesia.
"Di samping isu pembebasan sandera, satu isu yang lain adalah keamanan di area perbatasan dan wilayah sekitarnya," kata Presiden Jokowi. Oleh karena itu, menurut Presiden, akan diadakan pertemuan terkait hal itu pada 5 Mei 2016.
Presiden mengatakan pada tanggal tersebut akan digelar pertemuan antara Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI dari Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Presiden menegaskan proses pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di wilayah laut Filipina sejak beberapa waktu lalu bukan sesuatu yang sederhana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News