illustrasi. ANTARA FOTO/Basri Marzuki.
illustrasi. ANTARA FOTO/Basri Marzuki.

Total Investasi Kerja Sama Kurangi Emisi CO2 RI-Jepang Capai USD150 Juta

Ekonomi emisi kendaraan
Suci Sedya Utami • 29 Agustus 2016 12:34
medcom.id, Jakarta: Tahun ini merupakan tahun ketiga kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang di bidang perdagangan karbon dengan skema Mekanisme Kredit Bersama atau Join Crediting Mechanism (JCM). Dalam skema ini, institusi Jepang dan Indonesia berinvestasi dalam kegiatan pembangunan rendah karbon di Indonesia melalui insentif dari Pemerintah Jepang.
 
Dalam seminar nasional peringatan tiga tahun Kerjasama Bilateral Kemitraan Pertumbuhan Rendah Karbon antara RI-Jepang, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Indonesia telah menyepakati perjanjian Paris bersama 195 negara mengenai perubahan iklim. Dia mengatakan, perubahan iklim memberikan dampak pada kehidupan manusia. Dampak tersebut bisa dikurangi dengan kebijakan mitigasi perubahan iklim.
 
Menurut Darmin, untuk mendorong ekonomi juga harus dibarengi dengan upaya menekan emisi karbon. Dia menyebutkan, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi karbon 26 persen karbon dioksida (CO2) pada 2020 dan 41 persen pada 2030.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia menyadari, pembangunan rendah karbon adalah sebuah tren baru. Karena itu upaya kita untuk menggenjot ekonomi tak boleh dipisahkan dari pertumbuhan rendah emisi dan pertumbuhan berkelanjutan," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2016).
 
Sejak 2013 hingga kini, skema JCM berhasil menyalurkan lebih dari USD37 juta subsidi kepada pihak swasta Indonesia. Kontribusi pihak swasta asal Indonesia dalam skema ini mencapai USD113 juta, sehingga total nilai investasi dalam skema JCM mencapai lebih dari USD150 juta.
 
Sampai saat ini skema JCM di Indonesia telah diimpelmentasikan dengan menyediakan pendanaan penuh 108 studi kelayakan dan pendanaan sebagian untuk 28 proyek implementasi.
 
Menurut Darmin, keberhasilan berbagai kegiatan melalui skema JCM tak lepas dari hasil kerjasama tujuh kementerian. Yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian dan Sekretariat JCM yang bekerja sesuai standar ISO 14065.
 
“Dengan mematuhi standar ini, seluruh implementasi dalam kerangka JCM, seperti efisiensi energi, pembangkit listrik energi terbarukan, manajemen limbah, transportasi, dan manajemen lahan, harus berkualifikasi kegiatan rendah karbon, mampu mengurangi emisi CO2, sembari menjaga produktivitas dan efisiensi. Pada akhirnya, ini diharapkan akan memberi kontribusi pada pengurangan emisi nasional dan global," tambah Darmin.
 
Berkaitan dengan itu, Darmin menandaskan empat strategi yang harus dilakukan sebagai komitmen Indonesia seperti tercermin dalam Intended National Determined Contribution (INDC) yang disampaikan ke UNFCCC beberapa bulan sebelum Perjanjian Paris. Empat strategi itu adalah, pertama, memperbaiki dan memperkuat berbagai kegiatan berdasarkan sumberdaya alam dan konservasi lingkungan.
 
Kedua, mengimplementasikan komitmen kita terhadap pertumbuhan rendah karbon dan adaptasi perubahan iklim. Ketiga, memperkuat dan memperdalam kemitraan dengan tujuan untuk merancang tindakan-tindakan lebih jauh ke arah pengurangan emisi. Keempat, membuat kemitraan ini kondusif bagi kerjasama bisnis dan investasi.
 
Sementara itu Sekretaris JCM Indonesia Dicky Edwin Hindarto menyampaikan skema JCM merupakan upaya nyata Pemerintah Indonesia dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution pada COP 21 di Paris.
 
“Implementasi kerja sama semacam ini akan lebih membantu upaya Indonesia untuk pertumbuhan rendah karbon dan peningkatan investasi”, kata DIcky.
 
Hadir dalam acara tersebut antara lain Staf Ahli Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dhewanti dan Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei.
 
Indonesia merupakan satu dari 16 negara yang telah menandatangani kerja sama skema JCM dengan Jepang. Negara-negara lain yang turut bergabung Arab Saudi, Bangladesh, Chili, Ethiopia, Kamboja, Kenya, Kosta Rika, Laos, Maladewa, Meksiko, Myanmar, Mongolia, Palau, Thailand dan Vietnam.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif