Semen (MI/Denny Saputra)
Semen (MI/Denny Saputra)

Pertumbuhan Industri Semen Nasional Diperkirakan Hanya Tumbuh 1%

Husen Miftahudin • 29 Mei 2015 16:36
medcom.id, Semarang: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memperkirakan, pertumbuhan industri semen nasional hanya mampu mencapai kisaran antara nol persen sampai dengan satu persen. Hal ini jelas jauh dari target pertumbuhan industri semen nasional yang telah ditetapkan sebesar enam persen pada 2015 ini.
 
Menurut Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto, lambannya pertumbuhan industri semen nasional tersebut akibat perekonomian yang melemah ditambah belum dimulainya pembangunan infrastruktur. Namun, sebut dia, yang paling berpengaruh adalah daya beli masyarakat terhadap semen menurun akibat melemahnya perekonomian nasional.
 
Ia menjabarkan, pembelian semen oleh masyarakat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan industri semen nasional. Pasalnya, sebanyak 79 persen semen nasional yang didistribusikan ke agen ritel adalah dalam bentuk bag atau sak untuk pembangunan satu rumah atau renovasi rumah yang hanya membutuhkan beberapa sak semen.

"Sebanyak 21 persen semen nasional digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Kebanyakan itu untuk memperbaiki dan merenovasi rumah yang hanya membeli 20 sak semen, itu sebanyak 79 persen didistribusikan untuk bag," ungkap Agung, dalam Presentasi Perkembangan Semen Indonesia, di Hotel Ciputra, Jalan Simpang Lima No 1, Semarang, Jumat (29/5/2015).
 
Ia mengakui, konsumsi semen tumbuh rata-rata sekitar empat persen sampai dengan enam persen dalam satu tahun. Pada 2014 lalu, Indonesia mengonsumsi semen sebanyak 62 juta ton, padahal produksi semen secara nasional sendiri hanya sebanyak 58 juta ton.
 
"Jadi, empat juta ton tahun lalu kita masih impor dari Vietnam, Thailand dan sebagian dari Tiongkok," papar dia.
 
Meskipun industri semen nasional menurun dan tak akan capai target enam persen, namun Agung meyakini Semen Indonesia mampu tumbuh hingga tiga persen. "Kami akan tumbuh diatas industri nasional. Paling tidak dua persen sampai dengan tiga persen kami akan tumbuh," pungkas Agung.
 
Sebagai informasi, pada 2014 lalu Semen Indonesia berhasil membukukan penjualan sebanyak 26,35 juta ton. Jika pada tahun ini penjualan hanya tumbuh paling besar tiga persen, maka penjualan perseroan di tahun ini diperkirakan menjadi sebanyak 27,14 juta ton.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan