Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Menperin: Industri Farmasi Terdampak Depresiasi Rupiah

Ekonomi rupiah melemah industri farmasi kurs rupiah
Desi Angriani • 23 Mei 2018 07:17
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai depresi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa waktu terakhir memberikan dampak ke industri farmasi. Adapun sektor ini mengimpor 95 persen bahan baku obat dari luar negeri seperti Tiongkok, India, Jepang, dan beberapa negara Eropa.
 
"Ada banyak sektor termasuk farmasi. Ini menjadi menjadi persoalan karena dia sebagian bahan baku impor jualnya rupiah," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, ditemui di kediamaannya di Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.
 
Menurutnya selama ini impor bahan baku obat dari luar negeri sangat berkaitan dengan hak milik intelektual atau intellectual property right yang tidak diperoleh dari dalam negeri. Sebab itu, Kemenperin berupaya mendorong penggunaan konten lokal agar penggunaannya memiliki daya saing tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi semakin banyak konten lokal itu akan sangat membantu daya saing industri," imbuh dia.
 
Selain farmasi, industri ritel dan baja juga turut mengalami tekanan lantaran sebagian besar bahan baku impor dijual dalam mata uang Garuda. Sementara itu, pelemahan rupiah tak berefek besar bagi Industri Kecil Menengah (IKM) yang bahan bakunya 100 persen menggunakan konten lokal.
 
"IKM mendapatkan keuntungan karena dia bahan bakunya lokal, tenaga kerja lokal, dan murni dia ekspor," pungkasnya.
 

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif