Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Kontribusi Kredit Pemilikan Rumah terhadap PDB Masih Rendah

Ekonomi sarana multigriya finansial
Nia Deviyana • 27 Juni 2019 17:20
Jakarta: Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia dinilai masih sedikit berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF Heliantopo memaparkan rasio KPR terhadap PDB di Indonesia pada 2018 hanya sebesar tiga persen.
 
"Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara satu kawasan seperti Filipina yang berada di angka 3,9 persen, Thailand 22,7 persen, Malaysia 39,1 persen, dan Amerika Serikat 75,2 persen," ujarnya melalui keterangan resminya, Kamis, 27 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian, Heliantopo menilai masih ada kesempatan bagi KPR untuk tumbuh lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan rasio KPR terhadap total kredit perbankan yang berada di angka 8,41 persen di 2018.
 
"Ini menunjukkan bahwa KPR dapat tumbuh lebih jauh, SMF yakin masih adanya ruang untuk tumbuh lebih besar bagi pasar pembiayaan perumahan, baik sekunder maupun primer," katanya.
 
Untuk meningkatkan penetrasi KPR, SMF memfasilitasi organisasi pengembang perumahan asal Filipina, OSHDP (Organization of Socialized and Economic Housing Developers, Inc) untuk melakukan studi banding tentang corak industri pembiayaan perumahan untuk masyarakat di Indonesia.
 
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dilakukan di Tangerang pada 26-27 Juni 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 56 orang peserta yang merupakan perwakilan dari OSHDP tersebut berupa workshop dengan narasumber Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo dan Vice Chairman of REI (Real Estat Indonesia) Ignesjz Kemalawarta. Selain itu dilaksanakan juga kunjungan langsung ke proyek-proyek pengembang perumahan.
 
Heliantopo mengatakan bahwa kerja sama studi banding ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dasar bagi kedua belah pihak dalam melakukan kerja sama, penelitian, berbagi informasi, berbagi pengetahuan, yang berkaitan erat dengan pembiayaan perumahan.
 
Dia menambahkan selama ini Indonesia dan Filipina, melalui SMF dan NHMFC (National Home Mortgage Finance Corporation) telah lama membangun hubungan baik, terlebih lagi kedua lembaga tersebut merupakan anggota ASMMA (Asian Secondary Mortgage Market Association). Kedua belah pihak sama-sama memiliki peran yang cukup strategis, khususnya sebagai katalis dalam mendukung pengembangan pasar pembiayaan sekunder perumahan untuk mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.
 
"Pada posisinya SMF Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam hal secondary mortgage selalu siap untuk merajut sinergi dengan berbagai pihak untuk mengakselerasikan pengembangan pasar pembiayaan perumahan, khususnya di Indonesia," ucap Heliantopo.
 
National President of OSHDP Jefferson Bongat mengatakan bahwa studi banding tersebut merupakan bagian dari agenda rutin OSHDP setiap tahunnya.
 
"Kami mempunyai fokus pada negara-negara dengan bisnis pengembangan hunian untuk publik. Tahun ini kami mengindentifikasi bahwa indonesia merupakan negara dengan pengembangan hunian publik yang menarik untuk dikaji," katanya.
 
Data dari Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa selama kuartal I-2019, presentase pemilikan rumah melalui KPR mencapai angka 74,2 persen, lebih tinggi dibandingkan pemilikan secara tunai bertahap yang sebesar 17,3 persen, dan tunai 8,5 persen.
 
Sementara itu terkait backlog pemilikan rumah, menurut data dari Badan Pusat Statistik pada 2017 menunjukkan bahwa backlog perumahan di Indonesia didominasi oleh backlog kepemilikan ketimbang kepenghunian. Hal tersebut ditunjukkan oleh angka backlog kepemilikan yang mencapai 13,7 juta keluarga dibanding backlog kepenghunian dengan angka 6,4 juta keluarga.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif