Suasana pemandangan Laboan Bajo. Foto: dok MI.
Suasana pemandangan Laboan Bajo. Foto: dok MI.

Konsorsium Mulai Kelola Bandara Labuan Bajo Setelah Enam Bulan

Ekonomi proyek strategis nasional Bandara Komodo Labuan Bajo
Eko Nordiansyah • 27 Desember 2019 05:02
Jakarta: PT Cardig Aero Services Tbk (CAS) mengaku akan mulai mengelola Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur enam bulan sejak penandatanganan kontrak dengan pemerintah selesai. Setelah itu CAS bersama konsorsiumnya mulai mengoperasikan Badara Komodo Labuan Bajo.
 
"Kurang lebih enam bulan, tapi menunggu kontrak selesai," kata Presiden Direktur CAS, Nurhadijono Nurjadin ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Desember 2019.
 
Dirinya menambahkan selanjutnya CAS selaku pemimpin konsorsium akan menyelesaikan proses administrasi setelah memenangkan lelang. CAS bekerja sama dengan Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tergantung proses pendanaan dan kontrak, ada penyelesaian penandatanganan kontrak kerja sama, ini kan penunjukan setelah kita negosiasi. Itu biasanya enam bulan, setelah itu mengoperasikan," jelas dia.
 
Adapun investasi yang dikeluarkan oleh konsorsium CAS sebesar Rp1,23 triliun. Selain itu ada biaya operasional sebanyak Rp5,7 triliun selama 25 tahun ditambah dengan jaminan sebesar Rp5 miliar dari investor kepada pemerintah.
 
"Tadi yang disebut, termasuk perpanjangan runway, penambahan apron (pelataran pesawat), penambahan terminal. Kalau yang Rp5,7 triliun ini untuk operasi, artinya kita keluar biaya segitu," ungkapnya.
 
Rencananya peningkatan kinerja dan pelayanan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo akan dilakukan kepada pengguna jasa dengan meningkatkan jumlah penumpang sampai dengan 4 juta penumpang dan kargo sebesar 3.500 ton pada 2044 dan memperluas konektifitas nasional dan internasional.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif