Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Penurunan Tarif Tiket Pesawat Murah Berpotensi Dorong Deflasi

Ekonomi bisnis maskapai Tarif Tiket Pesawat
Eko Nordiansyah • 10 Juli 2019 20:08
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan sumbangan inflasi dari tarif tiket pesawat akan lebih rendah lagi. Apalagi setelah pemerintah memutuskan untuk memberikan diskon tarif tiket pesawat berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) sebesar 50 persen.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan turunnya tarif tiket pesawat berbiaya murah bisa mendorong deflasi untuk komponen angkutan udara. Bahkan pada bulan lalu, tarif angkutan udara telah mencatatkan deflasi.
 
"Kemungkinan ya, nanti ada low cost carrier untuk hari-hari tertentu, jam tertentu hari tertentu itu akan menarik (inflasi) ke bawah," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Juni 2019, komponen transportasi udara mengalami deflasi sebesar 0,14 persen. Deflasi pada sektor ini disebabkan oleh penurunan Tarif Batas Atas (TBA) oleh pemerintah pada pertengahan Mei lalu.
 
"Kemarin ada penurunan TBA saja sudah menyumbang deflasi 0,04 persen, signal yang bagus," jelas dia.
 
Untuk TBA, pemerintah memutuskan penurunan tarif antara 12 sampai dengan 16 persen. Penurunan sebesar 12 persen ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk seperti rute-rute di daerah Jawa sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.
 
Sedangkan untuk LCC, pemerintah memutuskan akan ada diskon sebesar 50 persen. Penerbangan murah itu ditetapkan untuk jadwal keberangkatan Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00-14.00. Alokasinya ada 30 persen dari total kapasitas pesawat yang diberikan tarif lebih murah.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif