Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.

Bahlil Ajak Wisudawan UI Jadi Entrepreneur

Ekonomi kadin
Nia Deviyana • 02 Februari 2020 22:58
Depok: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan jiwa entrepreneurship menjadi satu pendorong meningkatnya penciptaan lapangan kerja sehingga berdampak pada menurunnya angka pengangguran.
 
Hal itu dia ungkapkan di depan 1.991 wisudawan dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-70 serta Wisuda Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor di Balairung UI Depok. Bahlil berharap upaya pemerintah dalam mempermudah perizinan berusaha dapat menjadi pemantik bagi lulusan UI untuk menjadi entrepreneur.
 
"Bahkan walaupun bapak dan ibu belum lulus, tetap bisa mendirikan usaha menjadi entrepreneur. Izinnya ini sekarang dipermudah, semua di BKPM. Hal ini penting agar mengurangi pengangguran. Jangan sampai para lulusan yang baik-baik ini menjadi pengangguran intelektual," ujarnya, seperti dikutip melalui keterangan resminya, Minggu, 2 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahlil menjelaskan, dengan terlaksananya Inpres Nomor 7 Tahun 2019 mulai Februari 2020, maka di BKPM akan ada 25 perwakilan dari Kementerian/Lembaga (K/L) yang memberikan izin investasi kepada pengusaha.
 
"Jadi pengusaha tidak perlu 'tawaf' ke K/L untuk mendapatkan izin. Hal ini penting untuk melahirkan pengusaha-pengusaha yang lebih banyak agar tidak hanya yang itu-itu saja. Di Indonesia itu ada dua kategori pengusaha yaitu by nasib dan by nasab. Sekarang yang perlu ditambah adalah pengusaha by design," tukasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Rektor UI Ari Kuncoro mengatakan kekuatan disrupsi teknologi telah mengubah tatanan kehidupan sehingga menjadi satu tantangan baru. Meski demikian, disrupsi teknologi harus bisa dimanfaatkan, termasuk untuk mempermudah investasi.
 
Di UI sendiri, lanjut Ari, penggunaan Teknologi Informasi dan Artificial Intelligence (AI) telah diintegrasikan dalam program-program pendidikan seperti penggunaan program e-learning UI, program belajar online, serta publikasi penelitian yang tidak hanya bisa dimanfaatkan mahasiswa tetapi juga masyarakat luas.
 
"Teknologi memberikan keleluasaan untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas karya ilmiah, kemampuan berkarya kreatif dan inovatif," kata dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif