Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Mi/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Mi/Susanto.

Sri Mulyani Godok Insentif Bagi Hotel dan Maskapai

Ekonomi pariwisata hotel
Antara • 11 Februari 2020 17:41
Bogor : Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah sedang merumuskan insentif untuk pelaku industri pariwisata, seperti hotel ataupun maskapai penerbangan. Ini dilakukan guna menangkal dampak negatif meluasnya virus korona terhadap perekonomian domestik.
 
"Beberapa hal seperti subsidi ke penerbangan terutama pariwisata domestik dalam rangka meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata," kata Sri Mulyani usai sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Sri Mulyani mengatakan insentif itu masih dikaji oleh pihaknya, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Insentif itu sebagai permintaan dari Presiden Joko Widodo.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan terdapat tiga destinasi pariwisata di Indonesia yang sangat terdampak dari wabah Virus Korona. Tiga destinasi itu adalah Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara.
 
Ketiga destinasi itu terdampak karena pemerintah menutup penerbangan dari dan ke daratan Tiongkok sejak 5 Februari 2020. Padahal setiap tahunnya, sebanyak dua juta turis Tiongkok mengunjungi Indonesia.
 
Budi Karya mengharapkan insentif tersebut dapat berdampak langsung ke harga tiket di hotel dan maskapai, seperti voucher atau diskon tiket pesawat.
 
"Yang paling efektif adalah bundling (paket) seperti ke penerbangan dan hotel," ujar Budi.
 
Negara-negara mitra ekonomi Tiongkok kini mulai mengantisipasi dampak dari meluasnya wabah virus korona.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sebelumnya mengatakan RI berpotensi kehilangan devisa USD4 miliar jika rute penerbangan Tiongkok ditutup selama setahun. Nilai tersebut didapatkan dari jumlah wisatawan asal Tiongkok yang mencapai dua juta orang dalam setahun. Total kerugian tersebut juga ditambah dampak dari penundaan wisatawan negara lain ke Indonesia karena khawatir tertular Virus Korona.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif