Kemandirian Ekonomi Upaya Hadapi Gejolak Perekonomian Global

Anggi Tondi Martaon 28 Oktober 2018 10:38 WIB
berita kemenko pmk
Kemandirian Ekonomi Upaya Hadapi Gejolak Perekonomian Global
Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertema Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju yang merupakan rangkaian Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental, diselenggarakan di Hotel Four Points, Manado Sulawesi Utara, Sabtu, 27 Oktober 2018 (Foto:Dok.Keme
Manado: Situasi perekonomian global tak menentu. Banyak negara terkena imbas yang membuat perekonomian anjlok. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Pada acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertema Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju yang merupakan rangkaian Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental, di Hotel Four Points, Manado Sulawesi Utara, Sabtu, 27 Oktober 2018, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengemukakan sektor perekonomian Indonesia masih aman.

Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah mampu menjawab berbagai tantangan perekonomian yang dihadapi Indonesia.

"Hal ini dapat dilihat dari cadangan devisa yang memadai untuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar yang masih dapat dikendalikan,” kata Susiwijono.

Untuk menjawab berbagai tantangan perekonomian global yang dinamis, Pemerintah Indonesia berfokus untuk melakukan berbagai langkah strategis.  Yaitu deregulasi, inklusi finansial melalui Kredit Usaha Rakyat, dan peningkatan kualitas SDM nasional melalui pelatihan vokasi.

Susiwijono menyebutkan, upaya di atas juga merupakan langkah untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari dan mandiri di sektor perekonomian.

Terkait deregulasi, Susiwijono menjelaskan pemerintah telah meluncurkan 16 paket kebijakan ekonomi. Langkah itu berfungsi meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia.

"Selain itu, 16 paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Kebijakan ini merupakan langkah nyata dari Gerakan Indonesia Mandiri," kata Susiwijono.

Selain itu, salah satu paket kebijakan ekonomi mencakup layanan kemudahan dalam proses perizinan usaha yaitu online single submissions (OSS). Seluruh perizinan investasi dilakukan secara online dan mampu melayani lebih dari seribu registrasi per hari serta menerbitkan lebih dari 700 Nomor Induk Berusaha (NIB) per hari.

"Sistem OSS ini melayani perizinan selama 24 jam dalam seminggu dan kami bersyukur dengan adanya sistem ini peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia berhasil meningkat dari peringkat 106 pada tahun 2016 menjadi peringkat 72 pada 2018,” ucap Susiwijono.

Untuk meningkatkan kemandirian perekonomian khususnya bagi wanita dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah mengimplementasikan inklusi finansial melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui program ini, tingkat inklusi keuangan Indonesia mengalami peningkatan dari 36 persen pada 2014 menjadi 48,9 persen pada 2017.

"Inklusi keuangan melalui KUR merupakan langkah strategis untuk meningkatkan, semakin mendorong kemandirian ekonomi khususnya bagi wanita dan masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM nasional dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, baik dari sisi kelembagaan, pemagangan, standar kompetensi, serta link and match vokasi dengan dunia usaha dan industri.

Rembuk nasional ini juga menyajikan lima talkshow yang bertemakan Kredit Usaha Rakyat, Pendidikan Vokasional, Infrastruktur, Perhutanan Sosial dan Karhutla, serta Online Single Submission (OSS). Rangkaian talkshow menghadirkan panelis dari seluruh deputi di lingkup Kemenko Perekonomian dan masyarakat yang telah merasakan dampak langsung dari berbagai kebijakan pemerintah pada sektor ekonomi.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id