Target 7 Juta Sertifikat Tanah Optimistis Tercapai di 2018
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Medcom/Husen M.
Jakarta: Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil optimistis target tujuh juta sertifikat tanah pada tahun ini tercapai. 

"Tahun ini kita target tujuh juta sertifikat tanah. Teman-teman di lapangan bilang, bahkan kami yakin Insyaallah tujuh juta sertifikat tanah terlampaui," ujar Sofyan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 Edisi 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jsuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Oktober 2018.

Sejak tahun pertama pemerintahan Jokowi-JK, pada 2015, sebanyak 967 ribu bidang tanah berhasil disertifikasi. Pada 2016 jumlahnya naik menjadi 1,17 juta bidang tanah yang disertifikasi. 

"Alhamdulillah tahun yang lalu (2017) kita berhasil mendaftarkan tanah sampai 5,4 juta bidang persil," ungkap dia.

Adapun hingga akhir September 2018, Kementerian ATR/BPN berhasil mensertifikasi 3,96 juta bidang tanah. Alhasil dari periode 2015 hingga 31 September 2018, sebanyak 11,5 juta bidang tanah berhasil disertifikasi. Tahun depan, Sofyan menargetkan bisa mensertifikasi sebanyak sembilan juta bidang tanah.

Sofyan optimistis sebab kini dia punya hampir 9.000 juru ukur. Sebelumnya, dia hanya punya 2.000 juru ukur yang berkantor di BPN.

"Juru ukur kami di BPN cuma 2.000 orang, dan sebagian besar sudah menjadi pejabat di BPN. Hari ini kita sudah punya juru ukur hampir 9.000 orang," bebernya.

Apalagi, sebanyak 7.000 juru ukur yang dimiliki BPN sudah tersertifikasi. "Dengan juru ukur yang bersertifikat, maka partisipasi masyarakat terhadap program pendaftaran tanah di seluruh Indonesia meningkat," tutup Sofyan.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id