Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) saat menyambangi Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur. Foto: Humas Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) saat menyambangi Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur. Foto: Humas Kementerian BUMN.

Menteri Rini: Tol Pasuruan-Probolinggo Tekan Biaya Logistik

Ekonomi Tol Trans-Jawa
15 Februari 2019 23:44
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyambangi Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur, yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dalam kunjungannya itu, ia meyakini Tol Paspro memperlancar dan mengurangi biaya angkutan logistik di Jawa Timur.
 
"Pembangunan tol ini diharapkan memberikan dampak bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya, serta memperlancar dan mengurangi biaya angkutan logistik di Jawa Timur," ungkap Rini dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Ruas tol Paspro merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang akan dioperasikan dalam waktu dekat. Tol sepanjang 31,3 kilometer ini telah dibuka secara fungsional saat periode libur Natal dan Tahun Baru 2019. Pengerjaan proyek tol Paspro dimulai Mei 2016 dan selesai pada Desember 2018, serta siap untuk dioperasikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: JK: Tidak Semua Tarif Tol Mahal
 
Beroperasinya tol Paspro diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan perjalanan dari Pasuruan ke Probolinggo dan sebaliknya, dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 30 menit. Konektivitas yang lebih baik juga akan membuka peluang bangkitnya potensi di daerah yang akanmeningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.
 
Tol Paspro dibangun dengan investasi sebanyak Rp3,5 triliun untuk tiga seksi dengan konsesi 45 tahun. Di ruas ini terdapat empat buah rest area tipe B, masing-masing dua di jalur kiri dan kanan. Adapun lahan yang disiapkan untuk rest area hampir empat hektare untuk masing-masing rest areadengan jarak 7,5 kilometer.
 
Pembangunan Tol Paspro dinilai apik dan mempunyai praktik terbaik (best practice). Hal ini berkat sinergitas dan kerja sama antara Pemkab Probolinggo dan badan usaha yang terjalin selama ini.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif