Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari (tengah). Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.
Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari (tengah). Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.

LMAN: 6 Investor Tertarik Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe

Ekonomi kawasan ekonomi khusus lembaga manajemen aset negara (lman)
Nia Deviyana • 01 Februari 2019 19:23
Jakarta: Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terus mendorong perwujudan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL), khususnya di kawasan bekas kilang LNG.
 
Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan sedikitnya ada enam investor potensial yang tertarik mengelola sejumlah aset di kawasan itu.
 
"Kalau yang sekadar interest (tertarik) sih banyak, tapi yang potensial itu ada enam. Kami belum bisa sebutkan siapa saja," ujar Rahayu dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rahayu yang belum lama ini melakukan pembahasan bersama instansi terkait, mengaku fokus pada sejumlah hal seperti iklim investasi, pengembangan kawasan, dan regulasi. Ia tidak memungkiri dalam wacana pengembangan KEKAL masih ditemui banyak kendala.
 
"Seperti masalah perizinan, adat istiadat masyarakat Aceh, harga sewa fasilitas di kilang LNG Arun yang terlalu mahal, kebutuhan infrastruktur, hingga insentif pajak dan bea cukai," paparnya.
 
Rahayu optimistis jika pengelolaan dan pembangunan KEKAL bisa dipercepat, akan menjadi harapan baru bagi masyarakat Aceh khususnya kota Lhokseumawe. Sebelumnya, kawasan ini pernah bergeliat dengan adanya PT Arun LNG sampai berhenti beroperasi pada 15 Oktober 2014.
 
"Di mana-mana ketika industri selesai, selesai juga kawasannya. Begitu sudah enggak ada cadangan, langsung menurun ekonominya," kata dia.
 
Meski demikian, masih banyak aset perusahaan yang bisa dioptimalkan, yaitu fasilitas di kilang (plant site) dan di kompleks perumahan karyawan (community site).
 
Rahayu menargetkan rancangan untuk mewujudkan KEKAL bisa selesai secepatnya. "Kita harapkan triwulan ini selesai," pungkasnya.
 
(HUS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif