BI Optimistis Relaksasi GWM Genjot Penyaluran Kredit
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/Usman Iskandar
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini pelonggaran giro wajib minimum (GWM) akan mendongkrak penyaluran kredit perbankan. Meski, otoritas moneter telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 days reverse repo rate menjadi 6 persen.

Suku bunga acuan yang sudah dinaikkan hingga 175 basis poin (bps) membuat likuiditas perbankan mengetat. Karenanya, relaksasi GWM diyakini mampu menjadi penyeimbang agar perbankan memiliki dana untuk disalurkan dalam bentuk kredit.

"Kami pastikan likuiditas perbankan keuangan itu cukup karena GWM yang direlaksasi. Sehingga kenaikan suku bunga tidak berdampak terlalu besar pada pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Perry dalam acara CEO Networking 2018 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Dia mengklaim pelonggaraan likuiditas perbankan sudah mulai terlihat. Sebab bank telah memiliki sumber dana dari tempat lain seperti obligasi, medium term notes (MTN), serta negotiable certificate of depocit (NCB).

Di sisi lain, bank sentral juga telah mengeluarkan berbagai instrumen pasar valuta asing seperti swap hingga domestic non deliverable forward (DNDF). Langkah tersebut dilakukan agar pasar keuangan domestik menjadi lebih likuid.

"Kami sekarang fokus pasar keuangan domestik sehingga pasar keuangan itu akan lebih likuid, sehingga investasi jangka panjang dalam bentuk obligasi bisa ditukarkan dalam jangka pendek," bebernya.

Selain itu, sambung Perry, BI juga telah melonggarkan aturan Loan to Value (LTV). Relaksasi ini membuat masyarakat mendapat keringanan uang muka dalam mengajukan kredit perumahan.

"Tahun ini uang muka perumahan sudah kita kendurkan sehingga mendorong properti. Kami akan melihat tahun depan seperti apa untuk mendorong sektor-sektor prioritas, khususnya ekspor dan pariwisata, termasuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)," pungkas Perry.

‎Saat ini, batas pencandangan kas di bank umum dan syariah yang disimpan di BI atau yang biasa disebut GWM menjadi 3 persen. Sebelumnya, porsi pemenuhan GWM sebesar 2 persen.




(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id